Bahaya Cat Kuku, Ternyata Dapat Mempengaruhi Sistem Saraf Pusat dan Gangguan Reproduksi

Cat kuku memiliki sejumlah bahan yang tak baik bagi tubuh. Bahan berbahaya tersebut adalah Toluena, Formaldehida dan Dibutyl Phthalate.

Bahaya Cat Kuku, Ternyata Dapat Mempengaruhi Sistem Saraf Pusat dan Gangguan Reproduksi
wikihow
Cat kuku. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM - Menggunakan cat kuku untuk menyempurnakan pemampilan sudah menjadi hal lumrah. Namun ternyata, menggunakannya terlalu sering akan berbahaya bagi kesehatan.

Cat kuku memiliki sejumlah bahan yang tak baik bagi tubuh. Sebagaimana dikutip dari brightside.me, bahan berbahaya tersebut adalah Toluena, Formaldehida dan Dibutyl Phthalate.

Toluena merupakan pelarut yang membuat cat kuku menjadi halus di hasil akhir dan mempertahankan warnanya. Namun, bahan ini dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan gangguan reproduksi.

Kandungan zat berbahaya pada cat kuku.
Kandungan zat berbahaya pada cat kuku. (Ist)

Kemungkinan lain dari penggunaan larutan ini adalah sakit kepala, kelemahan, mual dan pingsan. 

Formaldehyde merupakan sebuah gas tak berwarna yang berguna dalam penyimpanan cat kuku atau pengawet. Bila alergi dengan bahan ini, seseorang bisa mengalami dermatitis dan luka bakar kimia.

Cat kuku yang mengandung zat berbahaya.
Cat kuku yang mengandung zat berbahaya. (Ist)

Pada kasus yang parah, Formaldehyde dapat memicu gangguan irama jantung, kejang, dan kanker. Selanjutnya Dibutyl Phthalate merupakan pewangi yang digunakan untuk cat kuku.

Komponen ini dapat mengakibatkan kelainan endokrin, penyakit ginekologi dan penyakit saluran pernafasan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 24 wanita menunjukkan, enam jam setelah pemakaian cat kuku, para peserta mengalami peningkatan kadar difenil fosfat

. Ini merupakan turunan dari triphenyl fosfat yang terbentuk dalam proses metabolisme.

10 jam setelah percobaan awal, kadar difenil fosfat dalam tubuh semua peserta meningkat menjadi 7 kali di atas normal.  Hal ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Oleh karena itu saat hendak membeli cat kuku, sebaiknya hindari produk yang mengandung bahan-bahan tersebut. Beberapa produk cat kuku memiliki tanda "5-Free" dan "3-Free".

Cat kuku dengan tanda “5-Free” berarti, produk tersebut tidak mengandung Formaldehyde, resin turunannya (resin formaldehid), Toluena, Dibutyl Phthalate, atau kamper.

Sedangkan tanda “3-Free” menunjukkan bahwa produk cat kuku ini bebas dari Formaldehyde, Dibutyl Phthalate, dan Toluena. (*)

Penulis: say
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help