Home »

DIY

» Sleman

Inilah Isi Tulisan Hoax yang Dilaporkan Sri Sultan Hamengku Buwono X

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi melaporkan website berbasis blog metronews.tk ke Kepolisan Daerah Istimewa Yogyakart

Inilah Isi Tulisan Hoax yang Dilaporkan Sri Sultan Hamengku Buwono X
TRIBUN JOGJA |HASAN SAKRI
LAPORKAN BERITA HOAX. Gubernur DI yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberi laporan di Polda DI yogyakarta, rabu (19/4/2017). Sri Sultan HB X melaporkan sebuah situ yang berisi berita hoax yang mencatut namanya. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X resmi melaporkan portal berita berbasis blog metronews.tk ke Kepolisan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/4/2017).

Sri Sultan mengatakan dirinya tak pernah mengatakan seperti yang disebutkan di website metronews.tk.

Bagaimana tulisan yang disebutkan Sultan bohong itu?

Berikut kutipan penuh dari berita yang diluncurkan pada (17/4/2017).

Pemilik website menuliskan judul "Sri Sultan Hamengkubuwono : Maaf Bukan SARA, Tapi Cina Dan Keturunannya Tidak Pantas Jadi Pemimpin Di Bumi Nusantara. Fakta Sejarah, Tionghoa Adalah Satu-Satunya Penghianat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Potongan pemberitaan situs metronews.tk yang dilaporkan Sri Sultan HB X
Potongan pemberitaan situs metronews.tk yang dilaporkan Sri Sultan HB X ()

Jakarta - Raja Keraton Ngayogyakarta yang juga Gubernur D.I. Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono mengingatkan kepada seluruh umat islam terutamanya yang ada di Jakarta tentang fakta sejarah yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Sesungguhnya, Umat Islam adalah umat paling penuh cinta kepada alam semesta ini sebab mereka mencita-citakan seluruh bumi tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT. Mereka rela berdampingan dengan siapapun, bertetangga dengan menunjukkan akhlak mulianya.

Dan sejarah di Yokjakarta ini, mohon maaf, bukan SARA tapi kita ingin satu fakta sejarah. Tahu kenapa saudara-saudara Tionghoa tak punya hak girik di wilayah Yokjakarta? Mereka hanya punya hak milik bangunan semata-mata.

Mohon maaf, ini soal sejarah dilihat dan diakui. Pada agresi militer kedua Belanda, Desember 1948. Komunitas Tionghoa di Yagjakarta member sokongan kepada agresor Belanda itu.

Maka pada tahun 1950, ketika tegak kembali NKRI kita dari Jogjakarta ini, mereka sudah bersiap-siap eksodus. Tapi oleh Sultan Hamengkubuwono IX, mereka ditenangkan dan Sultan mengatakan, ‘anda meskipun berkhianat kesekian kalinya terhadap negeri ini, tetap kami akui sebagai tetangga dan tidak perlu pergi dan tinggalah disini. Tapi mohon maaf, saya cabut satu hak anda untuk memiliki tanah. Karena keserakahan sepanjang sejarah’. (icl)

Sultan menegaskan bahwa pemberitaan yang beredar viral tersebut adalah berita bohong atau hoax.

"Itu tidak betul, wong saya tidak pernah bicara itu," ungkapnya ketika ditemui di Kompleks Kepatihan, Rabu (19/4/2017).

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melaporkan Portal berbasis blog metronews.tk ke Kepolisan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/4/2017).
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melaporkan Portal berbasis blog metronews.tk ke Kepolisan Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (19/4/2017). (TRIBUN JOGJA | Santo Ari)

Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri mengatakan, melihat apa yang tertulis dalam portal itu dan dikonstruksikan dengan pasal di Undang-undang ITE, maka sebenarnya kepolisian dapat mengambil langkah atau tindakan tanpa adanya pelaporan. (Santo Ari | Kurniatul | tribunjogja.com)

Baca: Namanya Dicatut dalam Berita Hoax Sebuah Portal Berita, Sri Sultan : Saya Sedih dan Prihatin

Baca: Fenomena Hoax Merata di Banyak Negara

Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help