TribunJogja/

DPD Asita DIY Khawatir Rencana Kenaikan Tarif Parkir Bisa Berdampak pada Pariwisata Yogya

Sudah perlu ditambah beberapa daya tarik wisata untuk mengalihkan penumpukan di kawasan ikon ini.

DPD Asita DIY Khawatir Rencana Kenaikan Tarif Parkir Bisa Berdampak pada Pariwisata Yogya
Tribun Jogja/ Hamim Thohari
Suasana perempatan Tugu Pal P­­­utih Yogyakarta, Minggu (22/11/2015) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asita Yogyakarta menilai rencana pemerintah untuk menaikkan tarif parkir dan progresif di kawasan pusat keramaian perlu dikaji ulang.

Meskipun menjadi salah satu alternatif untuk menekan kemacetan, namun kenaikan ini dikhawatirkan berdampak pada pariwisata Yogyakarta.

"Saya rasa sebelum menerapkan kebijakan itu harus dikaji ulang. Jangan sampai, kebijakan diterapkan ada hal- hal yang belum dipenuhi, "ujar Ketua DPD Asita DIY, Sudiyanto, Rabu (19/4/2017) petang.

Sudiyanto menilai, sebelum benar-benar menerapkan, ada beberapa penambahan fasilitas pada pakir alternatif. Jika tidak siap, kata dia, maka akan menimbulkan persoalan baru.

Penambahan fasilitas dan kelayakan pada parkir di beberapa kawasan lain perlu dilakukan. Termasuk, kesiapan shuttle untuk mengangkut wisatawan menuju tempat wisata di kawasan utama atau kawasan I.

"Sebelumnya harus ada kesiapan berbagai macam hal. Uji publik juga perlu," katanya.

Pihaknya pun cukup mengkhawatirkan jika penerapan tarif progresif untuk parkir ini akan mengurangi jumlah wisatawan.

Upaya menaikkan tarif parkir untuk menekan kemacetan ini, ujar Sudiyanto juga bukan hal yang sangat perlu. Justru, upaya pemerintah untuk membuat destinasi wisata baru sangat dinantikan untuk mengurai kemacetan.

Tidak bisa dipungkiri kemacetan akan selalu terjadi di kawasan Malioboro dan Kraton yang merupakan ikon dari Yogyakarta.

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help