TribunJogja/

Harapan Cabor-cabor Terhadap Ketua Umum Baru KONI DIY

Selama periode 2017-2021, masa depan depan olahraga DIY akan berada di bawah mantan Ketum PSSI DIY ini.

Harapan Cabor-cabor Terhadap Ketua Umum Baru KONI DIY
wikipedia.org
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tongkat estafet kepemimpinan induk organisasi tertinggi olahraga DIY, Olahraga Nasional Indonesia (KONI)'>Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY baru saja berpindah dari GBPH Prabukusumo ke Hadianto Ismangoen.

Selama periode 2017-2021, masa depan depan olahraga DIY akan berada di bawah mantan Ketum PSSI DIY ini.

Ada 55 organisasi cabang olahraga (cabor) di bawah KONI DIY, termasuk lima organisasi KONI kabupaten dan kota bertumpu pada era kepemimpinan Dr Antok, sapaan akrab Hadianto.

Di bawahnya, ada ribuan atlet dari berbagai cabor dengan rentang usia beragam mulai junior sampai senior.

Beragam masalah olahraga menanti mulai dari tata kelola organisasi sampai pola pembinaan cabor itu sendiri.

Atau dualisme kepengurusan yang selama ini kerap menjadi bola liar yang justru merugikan atlet. Juga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua yang diprediksi bakal berat.

Menelisik ke arus bawah dari pengelola cabor, keterbatasan fasilitas menjadi masalah klasik.

"Untuk beberapa cabor, soal alat dan fasilitas latihan kerap menghambat prestasi, termasuk kami dari selam," kata Hasto Atmoko selaku Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) DIY.

Selengkapnya, simak di edisi cetak Tribun Jogja, Selasa (18/4/2017). (*)

Penulis: sus
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help