TribunJogja/
Home »

Techno

» News

Wow! Kereta Ini Bertenaga Hidrogen, Hanya Buang Air dan Uap

Prinsip kerja Hydrail sama dengan kereta bertenaga diesel, namun hanya mengganti dari diesel menjadi hydrogen sebagai bahan bakarnya.

Wow! Kereta Ini Bertenaga Hidrogen, Hanya Buang Air dan Uap
wikipedia
Hydrail, kereta bertenaga hidrogen ciptaan Alstom. 

TRIBUNJOGJA.COM – Bayangkan menaiki kereta yang menggunakan air sebagai bahan bakarnya, terlihat seperti khayalan bukan? Faktanya, kereta seperti ini sudah menjadi kenyataan.

Pada bulan maret lalu, Jerman telah melakukan beberapa uji coba yang berhasil untuk “Hydrail,” yaitu kereta yang bertenaga hydrogen, dan sama sekali tidak menghasilkan emisi.

“Kereta ini 60% lebih sunyi dibandingkan kereta yang bertenaga diesel, serta benar-benar bebas emisi,” ujar Jens Sprotte, dari Alstom, perusahaan pembuat kereta ini.

“Kecepataan dan kemampuannya untuk mengangkut penumpang sama dengan performa kereta bertenaga diesel,” tambahnya.

Bunyi yang dihasilkan dari kereta ini hanyalah berasal dari bunyi roda kereta, dan hambatan angin.

Prinsip kerja Hydrail sama dengan kereta bertenaga diesel, namun hanya mengganti dari diesel menjadi hydrogen sebagai bahan bakarnya.

Sel bahan bakar yang berada di atas kereta menggabungkan hidrogen dan oksigen untuk menghasilkan listrik, yang kemudian listrik tersebut ditransfer ke baterai lithium ion.

Sisa energi yang tidak terpakai pun dapat disimpan untuk perjalanan selanjutnya, sehingga meningkatkan efisiensi bahan bakar,

Emisi yang dihasilkan oleh kereta ini hanyalah uap dan air, sehingga meminimalisir dampak terhadap kerusakan lingkungan.

“Emisinya sangat bersih, sampai-sampai kita dapat menghirupnya,” ujar Stefan Schrank, manajer proyek Alstom.

Lima negara bagian di Jerman telah menandatangani letter of intent (surat resmi bisnis) untuk membeli sebanyak 60 kereta dari Alstom.

Kereta ini bisa menempuh jarak 800 km per harinya, dan berkapasitas 300 penumpang. Hydrail akan mulai beroperasi pada awal 2018 nanti.

Alstom berharap, kereta ini akan menggantikan seluruh kereta yang bertenaga diesel di Jerman dalam kurun waktu lima hingga dua puluh tahun.

Tidak hanya Jerman, namun Belanda, Denmark, Norwegia, dan Britania Raya juga tertarik untuk mulai menggantikan keretanya dengan Hydrail.

Editor: oda
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help