TribunJogja/
Home »

Jawa

Waspadai Puncak Siklus DBD di Bulan April

Ada kecenderungan siklus penyebaran DBD terjadi pada saat pancaroba. Bahkan periode Maret-April dinilai sebagai puncak siklus penyebaran.

Waspadai Puncak Siklus DBD di Bulan April
net
dbd_1101 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pasalnya saat ini mulai memasuki pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Klaten, Herry Martanta mengatakan ada kecenderungan siklus penyebaran DBD terjadi pada saat pancaroba. Bahkan periode Maret-April dinilai sebagai puncak siklus penyebaran.

“Ada kecenderungan potensi lebih besar dibandingkan pancaroba dari musim kemarau ke musim penghujan karena kondisi yang lembab,” ungkapnya, Rabu ( 12/4/2017).

Menurutnya hal yang paling efektif adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Di antaranya dengan pemberantasan jentik nyamuk aedes aegypti sebagai pembawa penyakit DBD.

“Sebenarnya pemberantasan jentik nyamuk lebih mudah dilakukan dibandingkan pemberantasan nyamuknya. Yaitu dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta selalu memperhatikan lingkungan kita,” katanya.

Ia menjelaskan pihaknya sudah mengeluarkan edaran untuk mewasdapai DBD kepada setiap wilayah layanan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan diteruskan kepada masyarakat melalui pemerintah desa.

Adapun  isi edaran tersebut agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan dini dengan memastikan tidak adanya jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal.

“Kami berusaha mengurangi fogging karena sebenarnya tidak baik jika terlalu sering dilakukan,” paparnya. (*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help