TribunJogja/
Home »

Techno

» News

Perangi Hoax, Google Mulai Sandingkan Berita di Hasil Pencarian dengan Krocek Fakta

Laman Google Search akan memperlihatkan klaim dari berita dimaksud, lalu menyandingkannya dengan hasil kroscek.

Perangi Hoax, Google Mulai Sandingkan Berita di Hasil Pencarian dengan Krocek Fakta
Tribun Jogja | Dwi Nourma Handito
Awas Hoax - Seorang warga melihat gambar tentang peringatan hoax di internet, Rabu (22/2). Seiring dengan perkembangan teknologi dan internet, hoax atau kabar palsu banyak bermunculan di dunia maya dan memiliki bermacam jenis. 

TRIBUNJOGJA.COM - Google mulai menerapkan langkah-langkah yang dijanjikan untuk memerangi penyebaran berita palsu alias hoax melalui layanannya.

Akhir pekan lalu, raksasa internet ini mulai menandai berita-berita yang muncul di mesin pencarinya, dengan hasil kroscek fakta dari tim verifikasi pihak ketiga.

Laman Google Search akan memperlihatkan klaim dari berita dimaksud, lalu menyandingkannya dengan hasil kroscek.

Berita akan ditandai sebagai "benar", "salah", atau belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Disediakan pula tautan untuk memberikan masukan apabila pengguna merasa masih ada yang janggal dari hasil pemeriksaan fakta (fact check).

"Dengan menampilkan hasil pengecekan fakta di hasil search, kami berharap pengguna bisa lebih mudah meninjau dan membuat penilaian sendiri," sebut Google dalam sebuah posting blog.

Google pertama kali menguji kemampuan label kroscek tahun lalu, sebelum pemilu presiden AS.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Re/code, Senin (10/4/2017), fitur itu kini sudah tersedia untuk hasil pencarian Google News dan Search dalam semua bahasa.

Dalam hal ini Google mengandalkan kerja sama dengan lembaga pemeriksa fakta non-partisan seperti Politifact dan Snopes. Menurut Google, komunitas pemeriksa fakta tersebut kini telah berkembang menjadi 115 organisasi.

Meski demikian, kerjanya belum sempurna. Tak semua berita bakal ditandai oleh pemeriksa fakta.

Proses verifikasi pun relatif memakan waktu, bisa mencapai berhari-hari, sementara hoax bisa menyebar luas dalam waktu sangat singkat.

Selain Google, raksasa teknologi lain yang telah mulai menerapkan langkah-langkah untuk memerangi hoax adalah Facebook.

Bulan lalu jejaring sosial itu memberi label peringatan untuk konten yang kebenarannya diragukan. (kompas)

Editor: oda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help