Daripada Merusak Barang, Lebih Baik Istirahat Jika Alami Stres

Alternative lain untuk mengurangi stres dan amarah. Caranya dengan mengontrol pernapasan dalam, menurunkan harapan, dan mengatur perspekstif kita.

Daripada Merusak Barang, Lebih Baik Istirahat Jika Alami Stres
xcitefun.net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kita semua pernah mengalami saat-saat stres atau marah. Bahkan ada sebagian orang yang melampiaskannya dengan merusak sesuatu.

Nah, jika seperti ini, bagaimana cara menanganinya?

Daripada merusak lalu memperbaiki atau mengganti barang yang rusak di rumah atau di kantor, lebih baik kita masuk ke anger room atau kamar marah.

Anger room ialah “ruang aman” di mana tempat yang dibutukan seseorang untuk melampiaskan sesuatu ketika sedang stres atau marah.

Kamar ini dikelola oleh salah satu perusahaan bernama The Break Room di Atlanta, Georgia.

Mereka membuat kamar atas permintaan beberapa fans Falcons, klub sepakbola Amerika.

“Mereka datang sambil membawa foto Tom Brady dan logo Patriot. Lalu melampiaskan amarah mereka di anger room,” ucap juru bicara perusahaan dilansir edition.cnn.com.

Dengan harga 20 sampai 90 US Dollar (Rp266.440 sampai 1.198.980), kita bisa masuk ke anger room dengan membawa item yang kita butuhkan. Seperti tongkat baseball sampai palu selama 20 menit.

Lalu apakah anger room bisa menyelesaikan masalah ini?

Dr. Amit Sood, seorang profesor kedokteran di Mayo Clinic, mengungkapkan skeptis jika 20 menit bisa mengurangi stres.

Daripada mengunjungi anger room dan mengeluarkan amarah, lebih baik kita istirahat. “Berikan waktu istirahat yang baik dan bertanya ‘apa yang salah dalam hidup kita’”, ucap Dr. Sood.

Dr. Sood merekomendasikan alternative lain untuk mengurangi stres dan amarah. Caranya dengan mengontrol pernapasan dalam, menurunkan harapan, dan mengatur perspekstif kita.

Jika kadar stres sudah sangat tinggi, kita bisa bertemu profesional untuk mengetahui jalan ke luar bersama. Sebab, hal terpenting dari itu semua ialah keselamatan.

Tentu kita tidak ingin orang yang kita kenal mengalami luka karena benda-benda yang ia hancurkan di kala stres dan marah.

Terakhir, Dr. Sood meminta anggota keluarga untuk saling memberikan kepedulian satu sama lain. (intisari-online)

Editor: oda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved