Digugat Anak Kandung Rp 1,8 Miliar, Ibu Tak Dendam Tapi Balik Mendoakan

Di masa tuanya itu, perempuan yang akrab disapa Mak Amih itu harus menderita bukan hanya penyakitnya tapi berhadapan dengan hukum

Digugat Anak Kandung Rp 1,8 Miliar, Ibu Tak Dendam Tapi Balik Mendoakan
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Siti Rokayah atau Mak Amih (duduk di kursi roda) diantar anaknya menjalani pemeriksaan kesehatan rutin setiap pekan di RSUD Dr Slamet, Kabupaten Garut, Senin (27/3/2017). 

TRIBUNJOGJA.com, GARUT - Sudah lima tahun sebelum usianya menginjak 83 tahun, Siti Rokayah kerap berobat ke dokter spesialis penyakit dalam, saraf, dan jantung.

Di masa tuanya itu, perempuan yang akrab disapa Mak Amih itu harus menderita bukan hanya penyakitnya tapi berhadapan dengan hukum.

Satu dari 13 anaknya, Yani Suryani, beserta suaminya Handoyo Adianto, menggugatnya secara perdata sebesar Rp 1,8 miliar ke Pengadilan Negeri Garut.

Baca: Anak Kandung Gugat Ibunya yang Sudah Tua Rp 1,8 M, Bupati Purwakarta Nangis

Mak Amih tak dendam mengetahui putrinya menggugat dirinya yang sudah renta dan sakit-sakitan. Sebenarnya gugatan ini terkait utang lama Mak Amih kepada anaknya sebesar Rp 20 juta pada 2001 silam.

"Saya selalu mendoakan agar segera disadarkan. Selalu tiap shalat mendoakan anak, waktu tahajud juga suka berdoa," ucap Mak Amih saat berobat ke RSUD Dr Slamet, Garut, Senin (27/3/2017).

Setiap berobat, Mak Amih diantar oleh anak-anaknya yang lain. Dia tetap mementingkan kesehatan sehingga sekali dalam seminggu harus mengecek kesehatannya ke rumah sakit.

"Ibu Rokayah memang rutin memeriksakan kesehatannya ke sini (RSUD Dr Slamet) setiap Minggu," ujar Humas RSUD Dr Slamet, Lingga Saputra.

Menurut Lingga, sudah lima tahun Mak Amih memeriksakan kesehatannya. Mak Amih menjalani terapi ke dokter spesialis dalam, saraf, dan jantung. (*)

Editor: mon
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help