Berkas Perkara Kasus Klitih di Jalan Kenari Yogyakarta Sudah Diserahkan ke JPU

Dalam kasus ini penyidik menetapkan enam tersangka di mana dalam pengusutannya, berkas dipisah menjadi tiga

Berkas Perkara Kasus Klitih di Jalan Kenari Yogyakarta Sudah Diserahkan ke JPU
TRIBUNJOGJA | Bramasto Adhy
PELAKU KLITHIH : Tersangka aksi kejahatan dan kekerasan atau disebut klithih oleh masyarakat Yogyakarta yang menyebabkan satu orang tewas saat ungkap kasus di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (13/3). Dalam kasus tersebut Mapolresta Yogyakarta berhasil mengamankan tujuh tersangka aksi klithih yang rata-rata berusia belasan tahun. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus klithih yang menewaskan Ilham Bayu Fajar (17) pelajar SMP yang dibacok di Jalan Kenari Yogyakarta, sudah memusuki tahap 1, yaitu penyerahan berkas perkara dari penyidik Polresta Yogya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Yogya.

Dalam kasus ini penyidik menetapkan enam tersangka di mana dalam pengusutannya, berkas dipisah menjadi tiga sesuai dengan peran tersangka masing-masing.

Kasat Reskrim Polresta Yogya, Kompol Akbar Bantilan, mengungkapkan saat ini pihaknya tengah menunggu pemeriksaan berkas oleh jaksa penuntut umum (JPU).

"Hari ini (kemarin), perkara sudah tahap pertama. Kalau nanti berkas sudah dinyatakan lengkap (P21), penyidik akan melimpahkan tersangka dan barang ke JPU," jelasnya, Senin (20/3/2017).

Saat ini penyidik masih menetapkan 6 tersangka dari 8 orang yang sebelumnya diamankan. Mereka dalah meliputi AA (17), FF alias Surya (16) sebagai eksekutor, TP (13), JR (14), MK (14), RB (18), NS (20) dan Af (15). Ia menjelaskan, perkara pembacokan ini dijadikan tiga berkas berdasarkan peran tersangka.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 170 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan bersama-sama, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Selain itu lantaran masih di bawah umur, proses hukum tersangka akan sesuai dengan UU perlindungan anak.

"Para tersangka ini memiliki peran yang berbeda-beda. Ada yang membacok, menendang, melempar botol dan lainnya. Makanya berkas kami jadikan tiga," paparnya.

Saat ini kepolisian masih memburu pelaku lainnya yang identitasnya sudah dikantongi. Ia juga mengimbau agar para orang tua yang anaknya terlibat, dapat menyerahkanya ke kepolisian.

"Cepat atau lambat, petugas juga akan menangkap pelaku karena identitasnya sudah ketahuan," tandasnya.

Di tempat terpisah Kasi Pidum Kejari Yogya Wisnu Wardana membenarkan bahwa perkara klithih ini sudah masuk tahap pertama.

Apabila nanti berkas sudah dinyatakan lengkap, atau P21, JPU diberi waktu tiga hari untuk melimpahkan ke pengadilan. Sedangkan Pengadilan Negeri Yogya diberi waktu lima hari untuk memulai sidang.

"Sesuai aturan, penyidik diberi waktu penahanan sampai tujuh hari dan dapat diperpanjang menjadi delapan hari. Setelah tahap II, JPU diberi waktu penahanan lima hari, kemudian dilimpahkan ke pengadilan. Sedangkan selama persidangan, hakim diberi waktu penahanan sampai 10 hari dan dapat diperpanjang 15 hari," tukasnya. (*)

Penulis: nto
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help