Tak Ingin Kecolongan Menara Telekomunikasi Ilegal, Dewan Sepakat Tunda Pengesahan Raperda

Alasan penundaan pengesahan Raperda tersebut tak lain karena dewan tak ingin kecolongan dengan hadirnya menara-menara telekomunikasi illegal.

Tak Ingin Kecolongan Menara Telekomunikasi Ilegal, Dewan Sepakat Tunda Pengesahan Raperda
net
menara telekomunikasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kalangan legislatif di Kota Yogyakarta sepakat untuk menunda pengesahan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) tentang menara telekomunikasi di Kota Yogyakarta dalam rapat paripurna di gedung DPRD setempat, Senin (20/3/2017).

Alasan penundaan pengesahan Raperda tersebut tak lain karena dewan tak ingin kecolongan dengan hadirnya menara-menara telekomunikasi illegal yang urung ditertibkan.

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Sujanarko menjelaskan, penundaan pengesahan Raperda menara telekomunikasi ini adalah hasil dari rapat pimpinan masing-masing fraksi yang ada di DPRD setempat.

Terkhusus di fraksi PDI Perjuangan, kata dia, khawatir di lapangan muncul menara-menara ilegal baru dan perda akan disiasati.

“Jadi ini kami tunda karena jangan sampai ini menjadi salah satu celah untuk menyiasati perizinan menara telekomunikasi. Kami tidak mau kecolongan dengan berdirinya menara-menara telekomunikasi illegal,” ujar Sujanarko.

Dia menjelaskan, sebelum disahkannya raperda tersebut, dewan meminta menara-menara telekomunikasi yang diduga ilegal ditertibkan dulu oleh pihak satuan polisi (Satpol PP). 

Sehingga, ada jaminan agar menara telekomunikasi ini tidak menjadi persoalan di kemudian hari.

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, jika secara prinsip materi Raperda menara telekomunikasi tidak ada masalah. Namun, kata dia, yang dikhawatirkan terkait implikasi atau dampak dari raperda setelah disahkan.

“Setelah ada Perda khan nanti ada turunan perda berupa peraturan wali kota. Jadi jangan sampai turunannya ini disiasati untuk pengaturan menara telekomunikasi. Dari sekian menara telekomunikasi ilegal baru satu yg dicabut di depan dewan. Kami ingin raperda inisiatif dewan ini berjalan dengan baik.,” tegasnya.

Halaman
12
Penulis: ais
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help