TribunJogja/

Buah Bibir

Si Cantik Ini Suka Banget Sama Motor Tua

Dengan mengendarai motor Honda S90 lansiran 1960 sampai 1970-an, dia memiliki kepuasan tersendiri jika mengendarai motor yang jauh lebih tua

Si Cantik Ini Suka Banget Sama Motor Tua
Dok pri
Ratna Yuhendri 

TRIBUNJOGJA.COM - Berpeluh lantaran menggunakan starter kaki untuk menghidupkan mesin motor adalah cerita keseharian para pemotor 30-40 tahun lalu.

Tapi, apa jadinya jika hal itu terjadi sekarang, dan dilakukan oleh seorang wanita? Bukan hal lumrah tentunya.

Wanita yang masih melakukan rutinitas itu adalah Ratna Yuhendri.

Dengan mengendarai motor Honda S90 lansiran 1960 sampai 1970-an, dia memiliki kepuasan tersendiri jika mengendarai motor yang jauh lebih tua dibandingkan usianya.

"Awalnya enggak tertarik naik motor klasik. Tapi pas diajak touring dan kerap dibonceng pakai motor klasik ternyata muncul rasa asik dan bangga. Di jalan lebih dihargai," ujar wanita 24 tahun ini.

Sang suami merupakan orang pertama yang mengenalkan Ratna kepada seluk-beluk motor-motor klasik.

Dari situ, dia pun belajar mengendarai motor yang ternyata tak semudah dan sepraktis mengendarai skuter matic, seperti lazimnya orang zaman sekarang.

Tak jarang, wanita berdarah minang ini panik ketika motor klasik yang dikendarainya mati di tengah jalan.

Tapi, asyiknya, tak ada yang berani meminta dia buru-buru untuk menepi dengan terus-menerus menekan tombol klakson.

Saat pertama kali berkenalan dengan motor klasik sekitar tahun 2014, Ratna mengaku semakin ke sini semakin menaruh minat besar terhadap hobi ini.

Berbagai rute touring di jalur selatan Pulau Jawa pun sudah pernah dilaluinya.

"Aku sekarang malah sering ngeracuinin teman-teman dan saudara buat naik motor tua. Yang tadinya enggak suka, sekarang malah ketagihan naik motor klasik. Adik sendiri juga ikut keracunan," tuturnya lalu tersenyum.

Menurutnya, tak mudah memang mengendarai dan mengendalikan motor klasik.

Dibutuhkan perasaan dalam memainkan tuas gas dan kopling agar tenaga motor bisa menghasilkan tenaga optimal.

"Kalau enggak pakai perasaan, motornya bisa ikut ngambek," lanjut Ratna. (ais)

Penulis: ais
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help