Leptospirosis Mewabah di Gunungkidul, Satu Orang Meninggal Dunia

Tercatat, pada awal tahun 2017 ini tercatat sudah sebanyak 34 kasus leptospirosis, bahkan sudah merenggut nyawa 10 orang.

Leptospirosis Mewabah di Gunungkidul, Satu Orang Meninggal Dunia
Tribun Jogja/ M Fauziarakhman
Grafis Leptospirosis 

Kasus Leptospirosis pada tahun 2017 ini meningkat dari tahun 2016 lalu yang hanya sebanyak empat kasus dengan tiga orang yang dinyatakan positif dan meninggal dunia karena Leptospirosis.

Kendati tinggi, pihaknya belum menetapkan peristiwa ini sebagai kejadian luar biasa atau (KLB).

Sehingga untuk sementara dirinya hanya melakukan kepada masyarakat terkait bahaya dan penyebaran penyakit Leptospirosis.

"Belum, kami masih melakukan upaya sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan penyakit tersebut," tutur Yudo.

Sementara itu Camat Patuk, Haryo Ambar Suwardi, mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah untuk menekan tingginya kasus Leptospirosis yang terjadi di wilayahnya.

Salah satunya dengan melakukan sosialisai terkait penyakit tersebut sampai tingkat RT.

Jika diperlukan, pihaknya pun akan melakukan upaya pemberantasan tikus yang mana menjadi vektor penyakit mematikan tersebut.

"Kalau perlu nanti bareng-bareng bersama masyarakat memberantas tikus, dengan gropyokan tikus di sawah atau di lingkungan permukiman," ujar Haryo. (*)

Tags
Penyakit
Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help