TribunJogja/

Leptospirosis Mewabah di Gunungkidul, Satu Orang Meninggal Dunia

Tercatat, pada awal tahun 2017 ini tercatat sudah sebanyak 34 kasus leptospirosis, bahkan sudah merenggut nyawa 10 orang.

Leptospirosis Mewabah di Gunungkidul, Satu Orang Meninggal Dunia
Tribun Jogja/ M Fauziarakhman
Grafis Leptospirosis 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Penyakit kencing tikus atau Leptospirosis di Kabupaten Gunungkidul mewabah.

Tercatat, pada awal tahun 2017 ini tercatat sudah sebanyak 34 kasus leptospirosis, bahkan sudah merenggut nyawa 10 orang.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Zoonesis Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Yudo Hendratmo.

Penyakit Leptospirosis mewabah di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar dan Ngawen.

Dari tiga puluh empat kasus tersebut, sebanyak 15 orang masih diduga mengidap Leptospirosis, dan 19 orang lainnya dinyatakan positif dari hasil uji laboratorium.

Sebanyak 10 orang diantaranya meninggal, dan satu orang positif meninggal karena Leptospirosis.

"Surat Kewaspadaan Dini Rumah Sakit (KDRS) sudah dikeluarkan, dari 19 kasus, sebanyak 10 yang meninggal dunia, satu orang yang positif meninggal karena Leptospirosis," tutur Yudo Hendratmo, Senin (20/3/2017).

Yudo mengatakan, sebanyak orang yang meninggal, sebanyak dua orang berasal dari kecamatan Nglipar, enam orang dari Kecamatan Patuk, dan dua orang dari kecamatan Gedangsari.

Ia mengatakan, saat ini belum diketahui penyebab kesembilan orang yang meninggal dunia apakah disebabkan karena Leptospirosis atau sebaliknya, meskipun sebelumnya telah divonis positif Leptospirosis.

"Sembilan orang lainnya yang sebelumnya dinyatakan positif, atas sebab apa meninggalnya, pihak rumah sakit tidak mengeluarkan surat KDRS, jadi belum diketahui," ujar Yudo.

Halaman
12
Tags
Penyakit
Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help