TribunJogja/

Hari Ini, KPK Kembali Periksa Sri Hartini Sebagai Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan Pemkab Klaten

Untuk kesekian kalinya, hari ini Senin (20/3/2017), Bupati Klaten Sri Hartini (SHT) diperiksa sebagai tersangka di kasus tersebut.

Hari Ini, KPK Kembali Periksa Sri Hartini Sebagai Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan Pemkab Klaten
tribunnews.com
Bupati Klaten, Sri Hartini, saat digiring ke tahanan KPK di Jakarta, Sabtu (31/12/2017) malam. 

TRIBUNJOGJA.COM - Saksi-saksi di kasus jual beli jabatan di lingkungan pemerintahan Klaten, Jawa Tengah terus diperiksa intensif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Untuk kesekian kalinya, hari ini Senin (20/3/2017), Bupati Klaten Sri Hartini (SHT) diperiksa sebagai tersangka di kasus tersebut.

"SHT kembali diperiksa sebagai tersangka untuk melengkapi berkas penyidikannya," terang Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Febri melanjutkan selain memeriksa Sri Hartini penyidik juga memeriksa 9 saksi lainnya yang berasal dari beragam kalangan.

Kesembilan saksi itu yakni‎ Slamet PNS, Kabid mutasi di BKD Kab Klaten, Andy Purnomo, anggota DPRD Kab Klaten periode 2014-2019 Kab Klaten dan Eko Prasetyo, anggota DPRD Kab Klaten.

Selain itu, ada pula saksi dari PNS Dinas Pertanian Kab Klaten, Nugroho Setiawan, Dina swasta, dan Sunarso alias PO juga dari swasta.

"Sri Mulyani, Wakil Bupati Klaten, Edy Dwi Hananto, ajudan dan Nina Puspitasari ajudan Bupati Klaten juga turut diperiksa sebagai saksi untuk SHT," tambah Febri.

Di kasus ini, KPK telah menjerat dua orang tersangka yakni Sri Hartini yang diduga sebagai penerima suap dan Suramlan PNS yang diduga sebagai pemberi suap‎.

Sri Hartini disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junctoPasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.
Sedangkan Suramlan selaku pemberi disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a dan b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi‎.

Suramlan berkasnya sudah lebih dulu lengkap dan sudah pelimpahan tahap dua untuk siap disidang di Pengadilan Tipikor, Semarang, Jawa Tengah‎. Sementara Sri Hartini masih ditahan di KPK. (*)

Editor: ton
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help