Home »

DIY

» Sleman

Polres Sleman Bentuk Satgas Anti Klithih

Kapolres akan menyebar personel dan bergerak cepat menempati pos-pos yang rawan dan berpotensi menimbulkan kekerasan di kalangan remaja.

Polres Sleman Bentuk Satgas Anti Klithih
tribunjogja.com | Santo Ari |Bramsto Adhy
Tersangka aksi kejahatan dan kekerasan atau disebut klithih oleh masyarakat Yogyakarta yang menyebabkan satu orang tewas saat ungkap kasus di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (13/3/2017). (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kejahatan jalanan terutama Klithih masih menjadi perhatian pihak kepolisian.

Untuk menekan terjadinya tindak kriminal dan jatuhnya korban jiwa, Polres Slemam membentuk satgas Anti Klithih (Antil).

Kapolres Sleman AKBP Burkan Rudy Satria mengatakan pihaknya akan berupaya menghilangkan kejahatan yang rata-rata dilakukan oleh pelajar ini dengan upaya preventif, yakni dengan lebih banyak melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah, masyarakat serta forum-forum pemerintahan daerah.

Sementara untuk penindakannya, ia membentuk satgas untuk mempersempit ruang gerak kekerasan di kalangan pelajar.

Kapolres akan menyebar personel dan bergerak cepat menempati pos-pos yang rawan dan berpotensi menimbulkan kekerasan di kalangan remaja.

Ditambahkannya, tempat rawan itu biasanya digunakan menjadi tempat berkumpul kawanan pelajar yang berniat melakukan tindak kekerasan jalanan.

Apabila saat patroli petugas menemukan palajar yang menguasai senjata tajam, maka akan langsung dilakukan pengamanan.

"Kami akan terus bergerak, jangan sampai ada korban jatuh karena klithih di Sleman," ungkap Kapolres, Sabtu (18/3/2017).

Bagi mereka yang kedapatan membawa senjata tajam, akan terancam kurungan penjara maksimal 10 tahun dengan penerapan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Terlebih bagi yang melakukan aksi kekerasan hingga menyebabkan korban terluka maupun meninggal dunia, maka Polres Sleman tidak akan pandang bulu dan akan mengambil tindak hukum tegas meski para pelaku masih di bawah umur.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help