Home »

Jawa

Polres Klaten Bekuk Komplotan Begal Sadis

Jajaran Polres Klaten berhasil membekuk komplotan begal yang kerap beraksi di Klaten dan sekitarnya.

Polres Klaten Bekuk Komplotan Begal Sadis
net
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Jajaran Polres Klaten berhasil membekuk komplotan begal yang kerap beraksi di Klaten dan sekitarnya. Dalam aksinya, komplotan ini tak segan melakukan kekerasan pada korbannya.

Informasi Tribun Jogja, tersangka yang berhasil diamankan adalah Dwi Hartopo (22) warga Desa Kalangan Kecamatan Pedan dan Ariyanto (29) warga Desa Kemasan Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo.

Kabag Operasional Polres Klaten, Kompol Prayudha Widiatmoko mengatakan keduanya merupakan spesialis pencurian dengan tindak kekerasan (curas).

"Keduanya ditangkap dari pengembangan laporan masyarakat yang resah dengan aksi tersangka," katanya, Minggu (19/3/2017).

Menurutnya, masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda. Hartopo berperan sebagai eksekutor di lapangan, sedangkan Ariyanto menjadi penadah hasil kejahatan.

Hartopo tidak beraksi sendirian. Ia dibantu tersangka lain, Roni (18) warga Desa Danguran, Kecamatan Klaten Selatan.

Namun Roni diketahui tewas tertabrak kereta api yang melintas pada 2 Maret lalu di perlintasan Jalan Bendogantungan-Wedi, Desa Trunuh, Klaten Selatan.

"Dalam aksinya, tersangka menyasar siswa SMP yang membawa motor," ungkapnya.

Modusnya komplotan pencuri tersebut menghentikan korbannya yang masih SMP di tengah jalan. Tersangka kemudian berpura-pura minta tolong kepada korban untuk diantarkan ke suatu tempat.

Satu pelaku memboncengkan korban dengan sepeda motor korban, dan pelaku lainnya memboncengkan teman korban dengan sepeda yang digunakan pelaku.

"Korban diajak berputar-putar sampai ke daerah yang sepi, kemudian pelaku menodongkan senjata tajam kepada korban dan mengancam kalau korban macam-macam akan dibunuh. Korban yang ketakutan hanya bisa pasrah dan menyerahkan sepeda motornya. Di beberapa aksinya, korban bahkan ada yang ditusuk senjata tajam saat berusaha melawan," kata Yudha menjelaskan.

Lebih lanjut, ia mengatakan aksi komplotan itu diketahui bukan hanya dilakukan di Klaten. Pihaknya mendapatan laporan komplotan begal sadis itu juga beraksi di wilayah Sukoharjo dan Gunungkidul.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," ujarnya. (*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help