TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Baru Ditempati, Pedagang Angruksari Langsung Protes

Kondisi ini diklaim pedagang membuat mereka tak nyaman, karena harus berdesak-desakan dengan pedagang lain dan ruang bergeraknya terbatas.

Baru Ditempati, Pedagang Angruksari Langsung Protes
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Sejumlah pekerja sedang membangun pondasi pasar Ngangkruksari yang terletak di Desa Donotirto, Kecamatan Kretek, Jumat (30/9/2016). Proyek pasar tersebut bernilai Rp 12,3 miliar. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Baru ditempati beberapa hari, sejumlah pedagang di Pasar Angruksari, Kecamatan Kretek, Bantul mengeluh. Lantaran di pasar anyar ini tempat berjualan mereka makin sempit dibanding pasar lama.

Kondisi ini diklaim pedagang membuat mereka tak nyaman, karena harus berdesak-desakan dengan pedagang lain dan ruang bergeraknya terbatas.

Seorang pedagang yang tak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan jika kini dia hanya menempati los di Pasar Angkruksari seluas dua meter.

Kondisi ini tentu berbeda jauh dibanding pasar lama, di tempat lama dia bisa menempati los 3,5 meter.

Kendati sempit, sebagai pedagang kecil dia tak bisa berbuat apa-apa, cuma menyayangkan kebijakan tersebut.

Berkurangnya luasan tempat yang bisa dipakai pedagang tidak hanya dikeluhkan satu orang saja, pedagang lainnya saat ditemui Tribun Jogja juga mengeluhkan serupa.

Sebab itu, kini para pedagang berharap ada kebijakan anyar dari pengelola pasar. Paling tidak, luasan tempat berjualan mereka sama seperti pasar lama, bukan justru dipersempit seperti sekarang.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul, Slamet Santosa berdalih jika penataan Pasar Angkruksari anyar ini prinsipnya menampung semua pedagang.

Baik pedagang yang sebelumnya memiliki izin, atau mereka yang hanya menempati pelataran. Sehingga sejumlah pedagang yang menempati los, hanya dapat tempat dua meter sebagaimana aturan awal.

Slamet menduga dulu sejumlah pedagang di pasar lama bisa menempati los lebih dari dua meter karena ada los kosong.

Sehingga los yang mereka tempati lebih luas, padahal jika merujuk aturan awal hanya dua meter yang bisa diakses pedagang.

"Kami hanya ingin mengembalikan ke ukuran semula. Setelah pemindahan, mereka dapat ukuran sesuai izin resmi awal," kilahnya.

Sementara kini, pihaknya mengklaim bakal terus lakukan evaluasi, terhadap pasar yang baru diresmikan Rabu (15/3/2017). (*)

Penulis: usm
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help