Home »

DIY

» Sleman

Kelompok UPPKS Tujuh Belas Masuk Tiga Besar Kabupaten Sleman

Ttim penilaian lomba UPPKS Kabupaten Sleman meninjau langsung kelompok tersebut di Padukuhan Kentungan, Desa Condongcatur, Kabupaten Sleman

Kelompok UPPKS Tujuh Belas Masuk Tiga Besar Kabupaten Sleman
tribunjogja/arfiansyah panji purnandaru
Tim penilaian lomba UPPKS Kabupaten Sleman meninjau langsung kelompok UPPKS Tujuh Belas di Padukuhan Kentungan, Desa Condongcatur, Kabupaten Sleman, Kamis (16/3/2017) lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Arfiansyah Panji Purnandaru

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Tujuh Belas mampu menembus tiga besar dalam lomba UPPKS yang diselenggarakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Sleman.

Untuk itu, tim penilaian lomba UPPKS Kabupaten Sleman meninjau langsung kelompok tersebut di Padukuhan Kentungan, Desa Condongcatur, Kabupaten Sleman, Kamis (16/3/2017) lalu.

Selain itu turut hadir pula Camat Depok beserta Kepala Desa Condongcatur.

Siti Juwariyah, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Desa Condongcatur yang merupakan pembina UPPKS Tujuh Belas menjelaskan kelompok tersebut telah berdiri sejak tahun 2008 dengan modal awal Rp 5 juta.

Modal tersebut didapat dari pinjaman APBD untuk kegiatan ekonomi produktif.

"Tujuannya yang pertama untuk meningkatkan pendapatan keluarga dan membentuk kelompok yang berkualitas, mengisi kekosongan waktu kader, mengembangkan kemampuan, meningkatkan jumlah peserta KB dan memantabkan delapan fungsi keluarga," jelasnya.

Untuk mendukung pendapatan keluarga bermacam kegiatan digelar oleh kelompok UPPKS yang rutin mengadakan pertemuan setiap tanggal 24 tiap bulannya.

Mula dari unit usaha simpan pinjam, pembuatan snack, keterampilan senam pita, serta pembuatan batik jumputan.

"Unit usahanya ada banyak terutama makanan seperti sus kering, sus basah, sosis isi jamur, peyek mercon, cake tape dan lain sebagainya," ujarnya.

Kepala Desa Condongcatur, Reno Candra Sangaji, saat ditemui di kantornya beberapa waktu lalu menjelaskan UPPKS Tujuh Belas rajin mempresentasikan hasil produksinya saat ada kunjungan dari desa maupun instansi lainnya.

"Saat ada studi banding dari luar kita tunjukakn produksi seperti batik jumputan. Ada juga kegiatan pembuatan makanan kecil," jelasnya.

Terkait peluang UPPKS Tujuh Belas meraih juara, Reno mengaku cukup optimis melihat potensi yang ada.

Namun ia juga menyebutkan bahwa juara merupakan bonus yang terpenting adalah semangat untuk teus maju dan berkembang.

"Prestasi itu kami anggap sebagai hadiah, menjadi penyemangat kami. Yang terpenting hakekatnya usaha biasa terus menerus berjalan," tegasnya. (*)

Penulis: app
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help