TribunJogja/
Home »

Jawa

Jembatan di Gantiwarno Nyaris Putus Diterjang Arus Deras

Pondasi jembatan yang sudah berusia puluhan tahun itu mengalami keretakan di sisi utara bagian barat.

Jembatan di Gantiwarno Nyaris Putus Diterjang Arus Deras
tribunjogja/agung ismiyanto
Jembatan retak. (ilustrasi) 

Laporan reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Lantaran diterjang arus deras di sungai avur, sebuah jembatan di Dukuh Kepoh, Desa Kerten, Kecamatan Gantiwarno nyaris terputus.

Kondisi tersebut terjadi lantaran pondasi jembatan tidak kuat menahan hantaman arus deras.

Camat Gantiwarno, Hari Purnomo mengatakan pondasi jembatan yang sudah berusia puluhan tahun itu mengalami keretakan di sisi utara bagian barat.

Keretakan tersebut semakin parah setelah diterjang arus di anak sungai Dengkeng itu.

“Karena arus deras, ada bagian pondasi yang ambrol. Kejadian baru diketahui warga Rabu (15/3/2017) sore,” ungkapnya, Kamis (16/3/2017).

Akibatnya, badan jembatan menjadi rapuh dan tidak kuat menahan beban berat. Pengendara kendaraan roda empat pun terpaksa mengambil rute lain jika ingin melintas.

Warga setempat pun sudah menutup sebagian jalan di atas jembatan agar tidak dilewati oleh kendaraan roda empat.

“Untuk roda dua masih bisa, namun harus hati-hati karena kondisi jembatan yang sudah rapuh. Pondasi yang menjadi penyangga utamanya sudah ambrol sebagian,” katanya.

Adapun jembatan di Desa Kerten tersebut menjadi jalan penghubung lintas dengan daerah Kecamatan Prambanan. Jembatan tersebut juga menjadi akses penghubung bagi warga untuk menuju jalan utama.

Menurutnya sebelum kejadian ambrolnya pondasi, tahun lalu jembatan Kerten sempat mengalami kerusakan pada sayap jembatan yang terhubung langsung dengan pondasi.

Tanah yang menahan sayap jembatan longsor sehingga arus langsung menerjang bagian sayap.

“Sempat ambrol, namun sudah ditangani dengan perbaikan sementara. Namun  ternyata merembet hingga ke bagian pondasi,” paparnya.

Hari menjelaskan jembatan tersebut sejatinya sudah masuk dalam prioritas pembangunan di tahun 2017. Lantaran masuk dalam jalur lintas kecamatan, perbaikannya menggunakan APBD melalui anggaran Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten. Namun belum sempat terealisasi, kerusakan bertambah parah.

“Kemarin sudah diusulkan melalui musrenbangcam. Tapi karena sudah sangat memprihatinkan, nanti akan dilakukan perbaikan sementara bersama masyarakat. Jembatan sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua agar tidak membahayakan pengendara,” ujarnya menjelaskan. (*)

Penulis: ang
Editor: oda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help