TribunJogja/

Terlibat Perselingkuhan, Warga Tuntut Dukuh Mundur

Skandal itu sendiri diketahui setelah suami Ys memergoki rekaman video adegan bercintanya yang tersimpan di ponsel.

Terlibat Perselingkuhan, Warga Tuntut Dukuh Mundur
Net
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Warga Pedukuhan VII Nampan, Desa Nomporejo, Kecamatan Galur menuntut dukuh setempat mundur dari jabatannya.

Hal ini lantaran dukuh tersebut terlibat dugaan skandal perselingkuhan dengan warganya sendiri yang masih berstatus istri sah orang lain.

Kasus tersebut saat ini sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Kulonprogo.

Sudarisman, Kepala Dukuh Nampan telah berstatus tersangka atas kasus dugaan perselingkuhannya dengan Ys yang tak lain istri tetangganya sendiri.

Skandal itu sendiri diketahui setelah suami Ys memergoki rekaman video adegan bercintanya yang tersimpan di ponsel.

Marsudi, satu di antara warga setempat mengatakan,sejauh ini baru Ys saja yang sudah menjalani sidang dengan tuntutan pidana dua bulan kurungan.

Sedangkan sidang tuntutan untuk dukuh bersangkutan saat ini masih diundur dan belum jelas lagi agendanya.

Menurutnya, warga menyepakati bahwa dukuh beranak dua yang terlibat masalah hukum itu harus mundur. Hal ini berdasar hasil pertemuan sejumlah tokoh masyarakat setempat pada akhir 2015 lalu.

“Seorang dukuh harusnya bisa jadi contoh bagi warganya, bukan malah seperti ini,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/3/2017).

Adapun hubungan terlarang antara kedua orang tersebut setidaknya hingga 10 kali itu, dimulai sekitar akhir 2015 lalu.

Perzinahan dilakukan keduanya saat kondisi rumah Ys sedang sepi tanpa penghuni lainnya.

“Suami dan ibu Ys pergi ke sawah dan anaknya ber sekolah,” imbuh Marsudi.

Itulah sebabnya, ia dan warga lainnya berharap pihak Pemerintah Desa Nomporejo bisa bersikap objektif dalam menyikapi peristiwa tersebut.

Pasalnya, ia khawatir jika hal ini terus dibiarkan, nantinya akan mengganggu kondusivitas masyarakat Pedukuhan VII sendiri. (*)

Penulis: ing
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help