TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Ribuan Barang Sitaan Negara Dimusnahkan

Giat yang dilangsungkan di halaman Kantor Rupbasan ini, ribuan jenis barang terlarang dimusnahkan, baik dibakar maupun digilas alat berat.

Ribuan Barang Sitaan Negara Dimusnahkan
tribunjogja/usman hadi
Barang-barang hasil sitaan kepolisian, kejaksaan, dan BPOM seperti narkoba, obat-obat tanpa izin edar, miras, dimusnahkan di depan Kantor Rupbasan Bantul, Selasa (14/3/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Bantul mengadakan pemusnahan barang sitaan negara, dari kepolisian baik Polsek dan Polres Bantul, Kejaksaan Negeri (Kejari), maupun dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam giat yang dilangsungkan di halaman Kantor Rupbasan ini, ribuan jenis barang terlarang dimusnahkan, baik dibakar maupun digilas alat berat.

Di antara barang terlarang itu seperti ganja 49,21 gram, sabu 2,979 gram, psikotropika 7.855 butir, madu klanceng 25.079 botol, pemalsuan merek bagus 20 karton, mesin sedot empat buah, dan barang sitaan lainnya macam minuman keras.

Khusus untuk barang seperti ganja dan psikotropika dibakar, lainnya digilas dengan alat berat.

Agar barang sitaan tersebut tak lagi bisa disalahgunakan, karena sebagian masuk kategori barang terlarang.

Kepala Kantor Rupbasan Bantul, Mei Kartini menjelaskan jika pemusnahan barang sitaan negara ini sudah memiliki kekuatan hukum tetap di pengadilan, dan kegiatan ini juga terlaksana atas kerjasama berbagai instansi macam kejari.

"Ini pemusnahan yang pertama kami lakukan di 2017, semuanya hasil sitaan selama 2016 yang sudah inkrah atau sudah mendapatkan putusan pengadilan," sebutnya, Selasa (14/3/2017).

Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIY, Nata Negara, menambahkan jika pemusnahan kali ini dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan barang bukti oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab.

"Jangan sampai disalahgunakan. Apalagi semua barang bukti ini masuk kategori berbahaya dan ilegal," lugasnya. (*)

Penulis: usm
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help