Home »

DIY

» Bantul

BPAD Gelar Bedah Buku untuk Tingkatkan Minat Baca Masyarakat DIY

Buku ini berisikan tentang DIY yang sudah memperoleh kepastian atas eksistensi dan kependudukannya

BPAD Gelar Bedah Buku untuk Tingkatkan Minat Baca Masyarakat DIY
Tribun Jogja/ Tris Jumali
Bambang Yudoyono (penulis), Tavip Agus Rayanto (pembedah dua), Soetaryo (pembedah satu), dan Siwi Lungit (Moderator) di acara bedah buku Jogja Memang Istimewa di Ruang Seminar lantai tiga gedung Grhatama Pustaka, Balai Layanan Perpustakaan jalan Janti, Banguntapan, Bantul, Senin (13/3/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar bedah buku yang berjudul "Jogja Memang Istimewa' karya Bambang Yudoyono di Ruang Seminar lantai tiga gedung Grhatama Pustaka, Balai Layanan Perpustakaan jalan Janti, Banguntapan Bantul, Senin (13/3/2017).

Buku ini berisikan tentang DIY yang sudah memperoleh kepastian atas eksistensi dan kependudukannya dengan diberi kewenangan istimewa sebagai kewenangan tambahan untuk mengatur dan mengurus keistimewaan.

Bambang Yudoyono menerangkan tugas generasi selanjutnya adalah bagaimana menatap masa depan serta membuktikan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dunia internasional untuk mempertahankan predikat yang penuh nilai-nilai filosofi dan historis itu.

Kasubbid Pembinaan dan Pemberdayaan BPAD DIY, Dewi Ambarwati menjelaskan bedah buku "Jogja Memang Istimewa" ini digelar dengan tujuan untuk pengembangan minat baca masyarakat khususnya di DIY.

Bedah buku yang berisikan tentang bagaimana Yogyakarta dulu menjadi Istimewa ini dihadiri oleh berbagai kalangan di DIY. "Oleh karena itu kami mengundang dari berbagai kalangan, dari akademisi, komunitas-komunitas, serta pemerintah DIY untuk hadir diruangan ini," tutur Dewi.

Dewi pun merasa senang dengan antusias peserta. Sekitar 100 orang peserta memenuhi ruang seminar. "Saya merasa puas saja yang datang sudah penuh, acara lancar sesuai jadwal dan antusias peserta yang cukup tinggi," lanjutnya.

BPAD merencanakan akan menggelar sebelas kali bedah buku di desa-desa yang ada di Yogyakarta, sebagai bentuk meningkatkan minat baca masyarakat desa.

"Sampai tahun 2015 kita sudah memberikan bantuan di 438 perpus desa dengan bantuan anggaran dari APBN dan APBD berupa buku sekitar 600 sampai 1000 eksemplar, dan juga dua rak buku," tutur Dewi.

Setelah diberikan bantuan berupa buku dan rak buku, BPAD saat ini ingin memfokuskan untuk meningkatkan minat baca masyarakat desa dengan mengadakan bedah buku. (*)

Penulis: trs
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help