TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Ada Kerugian Negara di Kasus Pungli TPR Parangtritis

Belum lama ini Inspektorat Bantul sudah selesai lakukan pemeriksaan, terkait ada tidaknya kerugian negara dalam kasus tersebut.

Ada Kerugian Negara di Kasus Pungli TPR Parangtritis
Tribun Jogja/Usman Hadi
Ratusan kendaraan bermotor mulai dari sepeda motor, mobil, hingga bus memadati pintu masuk Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Induk Pantai Parangtritis. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) oleh petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Induk Parangtritis, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Satuan Bersih (Saber) Pungli Bantul akhir Januari lalu kini mulai memasuki babak baru.

Lantaran kini kedua pelaku, berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Inspektorat Bantul terbukti lakukan pungli dan memang ada kerugian negara.

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektorat Bantul, Bambang Purwadi menjelaskan jika belum lama ini Inspektorat Bantul sudah selesai lakukan pemeriksaan, terkait ada tidaknya kerugian negara dalam kasus tersebut.

“Ternyata memang terbukti ada kerugian negara,” ujar Bambang, Senin (13/3/2017).

Baca: 2 PNS di Parangtritis Lakukan Pungli, Modus Pakai Tiket Bekas dan Kurangi Jumlah Tiket

Sehingga kini kedua pelaku yang juga tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul harus berhadapan hukum.

Menurut Bambang sebenarnya pungli yang dilakukan dua PNS bernama Susanto dan Maryanto ini tidak mengakibatkan kerugian negara nominal besar, hanya sekitar Rp 63 ribu.

“Kami hanya menyimpulkan saja, tidak ada rekomendasi. Memang ada dugaan kerugian negara lebih dari Rp 63 ribu, tetapi kami kesulitan alat bukti pendukung, adapun kewenangan proses selanjutnya ada di penyidik polres (Bantul),” ungkapnya.

Baca: Dinas Pariwisata Bantul Bantah Adanya OTT Pungli di TPR Parangtritis

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Bantul, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Anggaito Hadi Prabowo membenarkan jika pihaknya sudah menerima LHP Inspektorat Bantul, dan dalam laporan itu memang ada kerugian negara.

Mendapat laporan itu pihaknya mengaku sudah memanggil sejumlah pihak, termasuk dua pelaku yang kini ditetapkan tersangka. “Kemarin kami sudah gelar untuk penetapan tersangka,” ujarnya. (*)

Penulis: usm
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help