TribunJogja/

Terkait Longsor Ngawen, Polisi Periksa Tujuh Orang Saksi

Pemanggilan saksi ahli tersebut untuk meneliti ada tidaknya kekeliruan dalam penyelenggaraan usaha tambang.

Terkait Longsor Ngawen, Polisi Periksa Tujuh Orang Saksi
Tribun Jogja/ Rendika Ferri K
Tim SAR gabungan menemukan jenasah Tugiyem (75) korban longsor bukit Dusun Jentir, Desa Sambirejo, Kecamatan Semin, Gunungkidul, DIY, Minggu (5/3/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pihak Kepolisian Resort Gunungkidul terus menyelidiki adanya dugaan pelanggaran hukum pada peristiwa tragis longsor yang merenggut dua nyawa di area tambang di Dusun Jenthir, Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Satreskrim Polres Gunungkidul, AKP Rudy Prabowo, mengatakan, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi yang ada di lokasi pertambangan dan juga keterangan ahli terkait perizinan sebagai syarat usaha pertambangan.

Pemanggilan saksi ahli tersebut untuk meneliti ada tidaknya kekeliruan dalam penyelenggaraan usaha tambang.

Baca: Longsor di Ngawen Tewaskan 2 Orang Diduga Akibat Penambangan Liar, Polisi Lakukan Investigasi

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya dijadikan sebagai bahan rujukan penetapan proses hukum terkait masalah tersebut.

"Kami telah meminta keterangan saksi-saksi di sekitar tambang dan juga memanggil saksi ahli dari bidang ESDM Pemprov DIY," ujar Rudy, Minggu (12/3/2017).

Lanjut Rudy, pihaknya belum menemukan pihak yang bertanggung jawab atas longsornya bukit di Dusun Jenthir yang menelan dua korban jiwa tersebut.

Baca: Begini Drama Penemuan Jasad Korban Longsor di Gunungkidul

Dari sebanyak tujuh orang yang diperiksa, polisi belum menetapkan satu pun tersangka.

“Kami masih melengkapi bukti-bukti yang dibutuhkan, proses pemeriksaan akan dilakukan bertahap, jadi masih membutuhkan sedikit banyak waktu,” katanya. (*)

Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help