TribunJogja/
Home »

DIY

» Bantul

Kasus Percaloan CPNS Diduga Seret Pejabat Dinas

Kasus percaloan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru honorer kategori dua (K2), yang menyeret seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bantul

Kasus Percaloan CPNS Diduga Seret Pejabat Dinas
kemendagri.go.id
Ilustrasi : Pegawai Negeri Sipil (PNS) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kasus percaloan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) guru honorer kategori dua (K2), yang menyeret seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bantul, diminta sejumlah kalangan untuk segera diusut.

Lantaran bukan tidak mungkin kasus pungutan liar (pungli), yang nominalnya mencapai puluhan juta ini melibatkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, yang turut menikmati uang pungli tersebut.

Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Transparansi Bantul (MTB), Irwan Suryano menyebut jika kapasitas pelaku percaloan hanyalah salah satu staf Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Pendidikan tingkat kecamatan.

Sebab itu, patut diduga hasil pungli juga disetorkan ke sejumlah pihak, termasuk ke pejabat yang lebih tinggi kedudukannya.

"Pelakunya hanya staf, bukan tak mungkin ada pejabat yang terlibat," jelasnya, Jumat (10/3/2017).

Sebab itu, pihaknya mendorong agar Inspektorat Bantul untuk segera mengusut kasus tersebut. Apalagi praktek pungli tersebut berlangsung 2013 silam, atau hampir empat tahun lalu.

Jika tidak ada langkah serius dari Inspektorat, dikhawatirkan oknum yang juga terlibat dalam tersebut lekas lakukan intervensi ke pelaku untuk bungkam.

"Makanya kami meminta kepada Inspektorat untuk segera mengambil langkah," tegasnya.

Lanjut Irwan, dalam kasus ini pihaknya mengaku siap memberikan keterangan dan sejumlah bukti-bukti kecurangan yang dilakukan pelaku. Bila pihak Inspektorat memerlukan bukti tersebut, pihaknya mengaku siap membantu.

Dia juga mengimbau kepada para korban penipuan calo CPNS guru honorer lainnya, lekas melapor ke Inspektorat, agar kasus ini lekas terkuak.

Halaman
123
Penulis: usm
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help