TribunJogja/

Tim Advokasi Haryadi - Heroe Siap Beri Keterangan dan Bukti ke MK

Tim advokasi HS-HP pun siap memberikan keterangan ke MK dan mengajukan bukti maupun dokumen.

Tim Advokasi Haryadi - Heroe Siap Beri Keterangan dan Bukti ke MK
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Calon wali kota Yogya nomor urut 2, Haryadi Suyuti, saat memberikan keterangan kepada wartawan dan sejumlah pendukungnya di posko pemenangan Omah Putih, Jalan Brigjend Katamso, Kota Yogya, Rabu (15/2/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim advokasi pasangan calon nomor urut 2, Haryadi Suyuti (HS) dan Heroe Poerwadi (HP), akhirnya angkat bicara mengenai permohonan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), terkait penetapan perolehan suara hasil Pilkada oleh Paslon 1.

Tim advokasi HS-HP pun siap memberikan keterangan ke MK dan mengajukan bukti maupun dokumen.

Anggota tim advokasi paslon nomor 2, Sahlan Adi Putra Alboneh menjelaskan, sebagai pihak terkait yang memiliki kepentingan langsung terhadap permohonan ini, pihaknya menegaskan siap memberikan keterangan kepada MK.

Keterangan ini akan diberikan baik dalam sidang panel maupun sidang pleno sebagaimana dimaksud PMK nomor 1 tahun 2016.

“Kami juga siap mengajukan alat bukti maupun dokumen sesuai ketentuan PMK no.1 tahun 2016 jo PMK nomor 1 tahun 2017,” ujarnya, Kamis (9/3/2017).

Dia juga menjelaskan, seputar dinamika yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan, yang terjadi bukanlah gugatan dari paslon 1 ke MK, melainkan permohonan dari pemohon ke MK.

Hal ini merujuk PMK 1/2016, dalam bahasa hukum adalah permohonan pemohon kepada MK, bukan gugatan ke MK.

“Permohonan diajukan paslon nomor 1 ke MK terkait penetapan perolehan suara hasil pemilihan oleh termohon, KPU Kota Yogyakarta. Serta, perbedaan perolehan suara pemohon dan paslon nomor 2 sebagai peraih suara terbanyak yang ditetapkan KPU Kota Yogya,” urainya.

Dari hal tersebut, pihaknya masyarakat lebih memahami dinamika yang terjadi. Ia juga berharap warga Kota Yogya tetap bersikap tenang dan berpedoman pada hasil perhitungan akhir yang ditetapkan KPU Kota Yogya.

Dia juga kembali menegaskan jika peraih suara terbanyak dari hasil perhitungan tahap akhir adalah paslon nomor 2, Haryadi-Heroe.

Tim advokasi juga menilai KPU Yogyakarta dan jajarannya serta Panwas telah menjalankan tuganya secara profesional. Kedua lembaga tersebut juga dinilai tidak melakukan pelanggaran aturan yang berakibat mempengaruhi perolehan hasil suara dari dua paslon yang bersaing. (*)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help