Pemkab Semarang Belum Bisa Berbuat Banyak Terkait Tanah Ambles di Ambarawa

Pemerintah belum bisa berbuat banyak dalam menangani tanah ambles di desa tersebut.

Pemkab Semarang Belum Bisa Berbuat Banyak Terkait Tanah Ambles di Ambarawa
Tribun Jateng/ Suharno
Warga berfoto-foto di lapangan Pandean Murti, Dusun Ndelik, Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/3/2017) 

TRIBUNJOGJA.COM - Bupati Semarang Mundjirin masih berkomunikasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah dan sejumlah instansi terkait menyangkut retakan tanah di Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono.

Menurutnya, pemerintah belum bisa berbuat banyak dalam menangani tanah ambles di desa tersebut.

"Kami masih menunggu kepastian cara penanganan dan ketersediaan dana untuk menanggulanginya. Tapi kami sudah melaporkan kejadian ini ke ESDM," ujar Mundjirin, Kamis (9/3/2017).

Dia menyebut menambal rekahan tanah ambles dengan lempung dan semen tak akan bisa menanggulanginya.

Mundjirin telah mengimbau kepala desa dan warga agar selalu waspada dan siap mengungsi jika rekahan tanah bergerak lagi.

"Tak hanya di Candigaron, di beberapa daerah yang longsor juga kami biarkan dulu. Kondisi tanahnya masih belum stabil. Setelah stabil baru ditangani," terangnya.

Tak hanya belum menemukan solusi, Mundjirin juga menyebut dana tanggap darurat hanya tersisa Rp 33,7 juta.

"Jumlah bencana di Kabupaten Semarang selama Januari hingga Februari tercatat ada 177 kasus. Penanganannya memerlukan dana yang tidak sedikit," papar dia.

Bagaimana dengan usulan DPRD Kabupaten Semarang agar eksekutif memakai dana sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun 2016?

"Ya, nanti kami coba buat prosedurnya untuk menggunakan Silpa dalam penanganan bencana," tandasnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Semarang, Heru Subroto, membenarkan bahwa bencana sejak Januari lalu sudah lebih dari 100 kejadian.

"Yang tercatat memang baru 119, ini tambah lagi dua. Ada dua lokasi yang longsor tapi tak mengenai rumah maupun warga," jelas Heru. (*/tribunjateng)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help