Kemen PUPR Berikan Bantuan Rumah bagi 50 KK Warga Terdampak Bandara

Pemerintah yang akan membangunkan mereka masing-masing rumah dengan tipe 36 di atas tanah PAG seluas 100 meter persegi.

Kemen PUPR Berikan Bantuan Rumah bagi 50 KK Warga Terdampak Bandara
jogjainvest.jogjaprov.go.id
Masterplan bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebanyak 46 warga terdampak Bandara Internasional Kulonprogo, yang tidak memiliki tanah dan merupakan penggarap Paku Alam Ground (PAG), mengikuti relokasi dengan sistem magersari.

Mereka tak dipungut biaya sepeserpun untuk tanah maupun pembangunan fisik rumah di lahan relokasi tersebut.

Pemerintah yang akan membangunkan mereka masing-masing rumah dengan tipe 36 di atas tanah PAG seluas 100 meter persegi.

Melalui fasilitas 'gratis' tersebut, Penghageng Kawedanan Keprajan Puro Pakualaman Kanjeng Pengeran Haryo (KPH), Suryo Adinegoro berpesan kepada pemerintah agar tidak sekadar mendirikan rumah, tapi rumah tersebut harus rumah yang benar-benar layak huni.

"Walaupun hanya 100 meter dan rumahnya 36 meter, tapi buatlah itu manusiawi. Kalau perlu diruangkan tanah untuk ruang terbuka hijau, yang penting orang jadi krasan (betah) di situ," jelasnya ketika ditemui di Kompleks Kepatihan, Selasa (7/3/2017).

Dua lokasi PAG untuk magersari, yakni Kulur dan Kaligintung dengan luas total sekitar 15 hektare, pria yang akrab disapa Bayudono tersebut mengatakan bagaimana Pemda bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat di sana. Misalkan dengan membangunkan tempat ibadah dan sebagainya.

"Tidak semua dipake. Monggo yang dipake aja berapa, kemudian perlu tambahan fasilitas umum jalan, masjid, ruang terbuka hijau. (Kalau nanti) sisa arep ko nggo opo? Balikke wae lah," urainya.

Ia juga berharap, bila Pemda sudah mengantongi desain untuk bangunan maupun fasilitas umum (fasum) dan juga fasilitas sosial (fasos), maka pihaknya diajak untuk komunikasi lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (PUP ESDM) DIY, M Mansur mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima dari Direktur Perumahan Khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), mereka akan membantu pembangunan rumah bagi 50 KK yang mendiami PAG.

"Termasuk fasos dan fasumnya yang dibangun oleh mereka," terangnya.

Mansur menjelaskan, untuk pembangunan fisik di PAG, diperkirakan dimulai sekitar pertengahan Maret atau April 2017 mendatang. Saat ini di PAG tersebut tengah dilakukan pematangan lahan.

Ia menuturkan bahwa nantinya rumah tersebut akan bertipe 36 dan ditata layaknya perumahan.

"Berbeda dengan TKD (Tanah Kas Desa) yang uangnya dari masyarakat sendiri. Pemda mendampingi melalui fasilitator," pungkas Mansur. (*)

Penulis: kur
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help