Dianggap Meresahkan, Para Ibu di Wates Geruduk Kontrakan Minta LC Minggat

Rumah tersebut didiami oleh sejumlah perempuan yang berprofesi sebagai ladies club (LC) alias pemandu lagu (PL) tempat hiburan karaoke di Temon.

Dianggap Meresahkan, Para Ibu di Wates Geruduk Kontrakan Minta LC Minggat
TRIBUNJOGJA.com | Singgih Wahyu Nugraha
Kaum ibu di Pedukuhan IV Kriyan, Desa Karangwuni, Kecamatan Wates menggeruduk sebuah rumah kontrakan setempat, Selasa (7//3/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kaum ibu di Pedukuhan IV Kriyan, Desa Karangwuni, Kecamatan Wates menggeruduk sebuah rumah kontrakan setempat, Selasa (7//3/2016).

Rumah tersebut didiami oleh sejumlah perempuan yang berprofesi sebagai ladies club (LC) alias pemandu lagu (PL) tempat hiburan karaoke di Temon.

Para ibu meminta para penghuni yang kebanyakan perempuan muda itu tidak lagi tinggal di rumah tersebut.

Aksi kaum ibu Pedukuhan Kriyan ini dilatarbelakangi keresahan dengan adnaya kontrakan LC tersebut. Menurut informasi, ada lima perempuan yang menghuni rumah tersebut.

Kaum ibu di Pedukuhan IV Kriyan, Desa Karangwuni, Kecamatan Wates menggeruduk sebuah rumah kontrakan setempat, Selasa (7//3/2016).
Kaum ibu di Pedukuhan IV Kriyan, Desa Karangwuni, Kecamatan Wates menggeruduk sebuah rumah kontrakan setempat, Selasa (7//3/2016). (tribunjogja/singgih wahyu)

Setiap malam, rumah itu kerap didatangi sejumlah pria tak dikenal. Beberapa pria datang menjemput perempuan penghuninya. Sedangkan sebagian lagi datang bertamu hingga larut malam.

"Kadang banyak motor dan mobil berjejer di depan rumah. Penghuninya juga sering keluar rumah dengan pakaian minim. Padahal kan ini di kampung ya, masyarakat jadi resah," kata seorang warga, Kasminah.

Selain itu, para ibu itu juga khawatir keberadaan kontrakan LC di wilayah kampungnya itu bisa menganggu keharmonisan keluarga.

Pasalnya, menurut para ibu, ada beberapa keluarga yang rumah tangganya terganggu setelah suaminya kepincut dengan perempuan pemandu karoke.

"Suami anak saya bahkan sampai lupa dengan keluarganya," tambah Kasminah.

Persoalan ini akhirnya dimusyawarahkan bersama antara perwakilan kaum ibu dan juga penghuni rumah kontrakan dengan fasilitasi oleh Dukuh setempat dan aparat bintara pembina desa dan ketertiban (Babinsa/Babinkamtibmas).

Hasilnya, semua pihak bersepakat bahwa kontrakan tersebut dibubarkan dan penghuninya diminta pindah keluar dari Karangwuni. (*)

"Mereka baru seminggu tinggal di rumah ini. Namun warga resah, khawatir hal itu bisa menimbulkan pengaruh buruk bagi kehidupan warga," kata Dukuh IV Kriyan, Suradi Landung.(*)

Penulis: ing
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help