TribunJogja/

Capaian PBB Rendah, 20 Desa di Klaten Kena Surat Peringatan

Capaian PBB di desa-desa tersebut masih kurang dari 60 persen pada 2016.

Capaian PBB Rendah, 20 Desa di Klaten Kena Surat Peringatan
ist
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 20 desa menjadi prioritas intensifikasi capaian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Pasalnya, capaian PBB di desa-desa tersebut masih kurang dari 60 persen pada 2016.

Kasi Penagihan Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Klaten, Harjanto Hery Wibowo, mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat peringatan (SP) kepada desa-desa tersebut.

Bahkan 11 desa di antaranya akan dipanggil dalam waktu dekat. Antara lain Desa Jambukidul, Kebondalem Lor, Ngerangan, Dukuh, Segaran, Kalikotes, Delanggu, Sawahan, Kepanjen, Munggung, dan Tlogorandu.

“Sebelas desa ini realisasi PBB-nya kurang dari 50 persen. Kami akan segera memanggil kepala desa dan petugas pemungut pajaknya untuk diklarifikasi permasalahan yang sebenarnya,” ungkapnya, Senin (6/3/2017).

Harjanto menjelaskan belum tentu tunggakan terjadi karena pengemplangan pelunasan yang dilakukan oleh wajib pajak.

Bisa juga terjadi karena ada masalah dalam proses penagihan, seperti tidak tersampaikannya Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT ) kepada wajib pajak.

Kondisi tersebut bisa terjadi bila perangkat pemerintah desa tidak menjalankan tugasnya untuk menyampaikan SPPT. Sehingga berdampak pada pengemplangan oleh wajib pajak lantaran tidak mengetahui adanya pajak yang harus dibayarkan.

“Kami menemui beberapa desa adanya terjadi seperti itu, biasanya dipicu adanya konflik di kalangan perangkat desa. Biasanya rekomendasinya membagi tugas penyampaian SPPT dengan pengurus RT atau RW sehingga penyampaiannya juga lebih tepat sasaran,” ujarnya menjelaskan. (*)

Penulis: ang
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help