TribunJogja/

TRIBUNJOGJATV ONLINE

Pak Hadi 'Zianturi Guitar' Perajin Gitar Handal Asal Yogyakarta

Sri Hadi Waluyo membulatkan tekad di tahun 1993 dan melepaskan pekerjaannya di Jakarta untuk mandiri membuka bisnis perbaikan dan pembuatan gitar

Berada di jalan Tasura 8, Maguwoharjo, Ring Road Utara, Sleman, Yogyakarta, Sri Hadi Waluyo terlihat sedang sibuk dengan beberapa karyanya yang dalam tahap penyelesaian. Serpihan-serpihan kayu tercecer ketika akan memasuki sebuah bangunan yang berbentuk sederhana, tidak ada pintu depannya, tapi langsung ruangan luas terbuka yang disekat oleh tiga dinding lainnya dan diding satunya ditutupi dengan terpal berwarna biru.

ZIANTURI Guitar, berdiri sejak 1993 di tempat yang sederhana, tapi namanya sudah dikenal hingga mancanegara. Memang luarnya begitu mengecoh, tapi lihatlah karya-karya yang sudah dibuat oleh Sri Hadi Waluyo, sudah lebih ribuan gitar yang ia buat untuk para musisi terkenal dari dalam hingga luar negeri.

"Dari tahun 1993 sampai sekarang hanya berkembang seperti ini saja, karena murni dari saya, tidak ada sifatnya hutang, kalaupun dianugrahi bisa membangun showroom yang lebih mewah, alhamdullilah, harapannya memang seperti itu," tutur Hadi, pemilik Zianturi Guitar.

Saat itu dia baru saja menyelesaikan satu gitar elektrik pesanan yang kesebelas dari orang yang sama. Dengan warna natural dan tekstur serat kayu yang meliuk-liuk pada badan gitar ia rampungkan pembuatan gitar itu tidak lebih dari lima hari. Terbilang cepat, itu dikarenakan kemampuan disertai banyaknya pengalaman yang dimilik oleh Hadi dalam membuat gitar.

Sri Hadi Waluyo membulatkan tekad di tahun 1993 dan melepaskan pekerjaannya di Jakarta untuk mandiri membuka bisnis perbaikan dan pembuatan gitar yang diberi nama Zianturi atau bermakna langgeng.

"Jika saya bisa membuat satu alat musik gitar yang benar-benar terbaik, disitu saya mendapatkan kepuasan psikis, ketentraman kerja, dan masa depan yang sangat dibutuhkan", ucap Hadi.

Berawal dari keisengannya mengotak-ngatik gitar teman-temannya untuk diperbaiki, kemudian dari situ ternyata responnya baik dan banyak yang suka dengan hasil kerjanya. Berlanjut, yang dulunya hanya sekedar peduli menjadi sekarang yang lebih semacam jasa.

"Gitar itu hobi saya dan saya belajar dengan lingkungan, yang paling penting gitar itu terdiri dari rakitan yang perlu kita pahami, maka dari itu saya banyak belajar tentang kayu, tentang anatomi kayu terutama tentang karater dan kualitas kayu, itu yang membuat saya semangat untuk lebih menggali dalam membuat gitar," tuturnya.

Ia mengaku hanyalah orang biasa yang memiliki impian untuk membuat satu alat musik gitar di Indonesia, agar Indonesia menjadi negara produksi gitar terpercaya di dunia.

Dengan impiaannya itu, Sri Hadi Waluyo berusaha terus untuk belajar untuk meningkatkan kualitas gitar yang ia produksi dengan mengikuti konstruksi yang seharusnya.

Dengan cara Jawa kuno seperti membuat rumah jaman dulu. Ia mengibaratkan orang di jaman itu membuat sebuah bangunan rumah rata-rata nyaman untuk ditempati, bukan masalah kemegahan tapi kenyaman.

Hal itu dikarenakan perhitungan yang matang tentang aturan-aturan seperti tidak bolehnya memasang kayu secara terbalik dll, sebagai bentuk untuk melestarikan budaya yang sepertinya sudah dilupakan oleh tukang kayu saat ini, karena lebih mementingkan kuantitas.

"Terkadang ada rumah mewah, tapi tidak nyaman untuk ditinggali, sedangkan rumah yang sederhana malah lebih nyaman, hal-hal seperti ini menurut saya pasti ada yang salah di perakitannya, sama seperti gitar," ucap Hadi.

Ia menerapkan ilmu kayu dari Jawa Kuno dan digabungkan dengan ilmu konstruksi jaman sekarang dalam pembuatan alat musik gitar agar menjaga kualitas dan budaya yang ada. (TRIS Jumali | Tribunjogja.com)

Penulis: trs
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help