TribunJogja/

[TRAVEL] Air Terjun Gedad, Panorama Wisata Alam Baru di Bumi Gunungkidul

Air Terjun Gedad, atau kerap disebut ATG oleh masyarakat sekitar, merupakan salah satu wisata baru di dusun Gedad Banyusoco

[TRAVEL] Air Terjun Gedad, Panorama Wisata Alam Baru di Bumi Gunungkidul - air-terjun-gedad_20170227_120520.jpg
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Air Terjun Gedad
[TRAVEL] Air Terjun Gedad, Panorama Wisata Alam Baru di Bumi Gunungkidul - air-terjun-gedad2_20170227_120606.jpg
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Air Terjun Gedad
[TRAVEL] Air Terjun Gedad, Panorama Wisata Alam Baru di Bumi Gunungkidul - air-terjun-gedad3_20170227_120610.jpg
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Air Terjun Gedad
[TRAVEL] Air Terjun Gedad, Panorama Wisata Alam Baru di Bumi Gunungkidul - air-terjun-gedad4_20170227_120714.jpg
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Air Terjun Gedad

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul memang memiliki potensi wisata alam yang luar biasa. Tempat-tempat wisata baru bermunculan di salah satu kabupaten di sisi selatan Yogyakarta itu.

Air Terjun Gedad, atau kerap disebut ATG oleh masyarakat sekitar, merupakan salah satu wisata baru di dusun Gedad Banyusoco Playen, Gunungkidul.

Wisata air terjun tersebut mulai dibuka oleh Karang Taruna dusun Gedad pada Desember 2016 lalu. Walau terhitung baru, tetapi pengunjung di air terjun Gedad terus berdatangan setiap harinya, bahkan jika hari libur tempat tersebut penuh sesak oleh pengunjung.

Bahkan wisatawan mancanegara asal Korea juga disebut telah mengunjungi tempat tersebut.

Menurut cerita Sahid, salah seorang warga yang tinggal dekat tempat tersebut, Air terjun Gedad dulunya ditemukan oleh seorang kiayi bernama Abu Dardak.

"Kiyai Abu Dardak yang menemukan air terjun Gedad tersebut. ia menggali tanah di gunung Nggrunggung dan membuka aliran air bawah tanah, lalu mengalirkannya ke dusun Gedad ini melewati tebing-tebing pegunungan, dan salah satunya jadilah air terjun Gedad ini," ujar wanita berhijab itu.

Dari jalan beraspal, dengan berkendara pengunjung akan memasuki wilayah jalan kecil bebatuan dengan permukaan yang tidak rata sejauh 300 meter.

Parkir kendaraan di rumah warga membuat kita harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 50 meter untuk sampai lokasi air terjun.

Jalanan desa berupa batuan kapur, menjadi medan yang harus ditempuh saat berjalan kaki.

Pepohonan rindang yang tinggi menjulang, menjadi pemandangan khas pedesaan saat menuju lokasi air terjun.

Halaman
12
Penulis: gsk
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help