TribunJogja/

Tim Paslon Imam-Achmad Matangkan Materi Gugatan Pilkada 2017

Menuntut Pilkada yang transparan, tim pemenangan berharap adanya pemungutan suara ulang di Pilkada Kota Yogyakarta.

Tim Paslon Imam-Achmad Matangkan Materi Gugatan Pilkada 2017
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Ketua KPU, Wawan Budiyanto menemui massa pendukung pasangan calon nomor urut 1, Imam Priyono-Ahmad Fadli yang menuntut dua hal kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Yogyakarta dalam aksi damai, Senin (20/2/2017) siang ini. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim Paslon nomor urut 1 Imam Priyono - Achmad Fadli sedang mempersiapkan materi untuk melakukan gugatan Pilkada 2017 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Menuntut Pilkada yang transparan, tim pemenangan berharap adanya pemungutan suara ulang di Pilkada Kota Yogyakarta.

Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 1, Danang Rudyatmoko mengatakan, pihaknya masih mematangkan dan merampungkan materi yang akan diajukan ke MK sebagai bahan gugatan.

Namun Danang tidak bisa menyebut isi materi gugatan tersebut.

"Kita belum bisa cerita isi materi tersebut tapi intinya adanya ketidak pastian atau konsistensi dengan kinerja KPU Kota Yogyakarta dalam melaksanakan Pilkada 2017 ini," ujar Danang pada Sabtu (25/2/2017).

Dalam proses persiapan, Danang dan tim sedang mengumpulkan para saksi-saksi yang bisa memperkuat materi gugatan. Adapun pada hari Senin (27/2/2017) materi sudah selesai disusun.

"Saat ini masih persiapan pemberkasan materi, kita menyiapkan saksi-saksi dari Paslon nomor urut 1," jelas Danang di sela-sela rapat internal PDIP Kota Yogyakarta.

Ia mewakili tim paslon nomor urut 1 berharap bisa dilakukan pemungutan suara ulang. Hal itu diperlukan untuk membuktikan pemilihan yang transparan dan akuntabel.

Danang menyebut, ini karena KPU Kota Yogyakarta enggan membuka kotak suara tidak sah yang berjumlah 14 ribu lebih.

"Disini keberatan kami bukan saja soal selisih angka namun juga proses soal pembukaan kotak suara, kenapa hanya beberapa saja yang dibuka, jadi ada ketidakpastian atau konsistensi dari KPU Kota Yogyakarta," ungkap Danang.

Selain akan melayangkan gugatan ke MK, pihaknya juga akan melaporkan komisioner KPU Kota Yogya dan Panwas Kota Yogya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Ia menilai ada kecurangan yang terstuktur dan sistematis yang dilakukan oleh KPU Kota Yogyakarta.

KPU Kota Yogyakarta Wawan Budiyanto menegaskan bahwa KPU telah melaksanakan prosedur pelaksanaan Pilkada secara netral, independen, dan transparan.

Adapun pembukaan kotak suara secara sampling sudah mencapat persetujuan dari Panwas. (*)

Penulis: gil
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help