TribunJogja/

Pilot Warga Negara Indonesia Ini Terbang ke 12 Kota di Indonesia dan 3 Tahun Bekerja di Singapura

Tahun 2006, tutur Anto, dirinya diterima sebagai kadet sekolah penerbang Singapore Airlines.

Pilot Warga Negara Indonesia Ini Terbang ke 12 Kota di Indonesia dan 3 Tahun Bekerja di Singapura
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Johannes Arianto, pilot Silk Air, warga negara Indonesia. 

TRIBUNJOGJA.COM, SINGAPURA - Berkunjung ke Civil Aviation Training Solutions, di Seletar, Singapura, Selasa (7/2/2017), KompasTravel bersama 8 media dari Indonesia diajak mengunjungi Airbus Training Facility.

Di sinilah tempat melatih para pilot mengoperasikan pesawat dalam simulator sebelum terjun langsung mengawaki pesawat sesungguhnya.

Silk Air, maskapai penerbangan full service merupakan salah satu maskapai yang menggunakan simulator di tempat ini.

Dalam agenda hari itu, para media yang diundang Silk Air dijadwalkan bertemu dengan pilot Indonesia yang bekerja di anak perusahaan Singapore Airlines itu.

Benar saja, kami bertemu Johannes Arianto, pilot Silk Air, warga negara Indonesia. "Panggil saya Anto," kata laki-laki itu dengan ramah.

Anto tak sendiri di Silk Air. Ada enam pilot Indonesia bekerja di maskapai yang bermarkas di Singapura itu.

Pilot kelahiran Salemba, Jakarta tahun 1978 ini sejak kecil sudah sering melihat pesawat naik turun di Bandara Kemayoran.

"Tahun 1997 saya pindah kuliah ke Singapura," kenangnya.

Tahun 2006, tutur Anto, dirinya diterima sebagai kadet sekolah penerbang Singapore Airlines. "SQ (Singapore Airlines) memberi beasiswa untuk lulusan universitas atau SMA sekolah pilot di Australia. Saya lulus tahun 2009," katanya.

Selesai pendidikan pilot, Anto pun bekerja di Singapore Airlines. Berbagai jenis pesawat sudah diterbangkannya, mulai cessna, beechcraft, learjet, Boeing 737, Boeing 777 sampai Airbus.

Halaman
123
Editor: oda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help