TribunJogja/

Sri Sultan HB X Tegaskan Jangan Ada Serangan Fajar saat Pilkada

Kedua paslon beserta tim pemenangannya tidak merencanakan ada ritual khusus sebelum mencoblos.

Sri Sultan HB X Tegaskan Jangan Ada Serangan Fajar saat Pilkada
net
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, selain mengimbau masyarakat untuk datang mencoblos dan tidak golput, dirinya juga menekankan untuk tim calon tetap pada komitmennya menolak politik uang.

"Harapan saya semoga besok tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu kan semua sepakat menolak politik uang, jadi ya ojo ono serangan fajar," ujar Sultan pada Selasa (14/2/2017).

Di hari pencoblosan hari ini, Rabu (15/2/2017), kedua paslon beserta tim pemenangannya tidak merencanakan ada ritual khusus sebelum mencoblos.

Paslon nomor urut satu, Imam Priyono akan mencoblos di TPS 18, RW 18, Pringgokusuman, Gedongtengen.

Sedang paslon nomor urut dua, Haryadi Suyuti akan mencoblos di TPS 15, Mujamuju, Umbulharjo. Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor dua, Muhammad Sofyan mengatakan, tidak ada acara khusus sebelum Haryadi Suyuti melakukan pencoblosan.

Namun sebelum hari pencoblosan, tepatnya pada Selasa (14/2/2017), masing-masing calon memanfaatkan waktu untuk meminta restu dari orangtua masing-masing.

Haryadi Suyuti memanfaatkan masa tenang untuk mengunjungi rumah kedua orangtuanya di Demangan Baru, Kecamatan Depok, Sleman, Selasa (14/2/2017).

Haryadi pun melakukan sungkeman untuk memohon doa restu dari dua orang tuanya, H Zarkowi Soejoeti (82) dan Yayah Maskiyah (70).

"Kami hanya berdoa agar anak saya mengutamakan pelayanan bukan kekuasaan," ujar ibu Haryadi Suyuti, Yayah Maskiyah.

Sementara Haryadi Suyuti mengatakan, selain melakukan sungkeman pada kedua orangtuanya, dirinya hanya berdoa pada Allah SWT agar pencoblosan berlangsung lancar.

Dia juga meminta agar warga tetap menghormati proses Pilkada yang jujur dan bersih. Selain itu, dia berharap pelaksanaan Pilkada bisa berjalan dengan tertib dan lancar.

"Menang ora umuk, kalah ora ngamuk," jelasnya. (*)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help