TribunJogja/

Pilkada Yogyakarta

Haryadi-Heroe Pilih Ngangkring dan Berdialog dengan Warga di Kampanye Terakhir

Dalam dialog dengan warga tersebut, paslon tersebut juga menyerukan penolakan pada politik uang

Haryadi-Heroe Pilih Ngangkring dan Berdialog dengan Warga di Kampanye Terakhir
Tribun Jogja/Agung Ismiyanto
Pasangan calon wali kota nomor urut 2, Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi memilih ngangkring dan berdialog dengan warga di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, untuk mengakhiri jatah kampanyenya, Jumat (10/2/2017) siang. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pasangan calon wali kota nomor urut 2, Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi memilih ngangkring dan berdialog dengan warga di Kampung Penumping, Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis, untuk mengakhiri jatah kampanyenya, Jumat (10/2/2017) siang.

Dalam dialog dengan warga tersebut, paslon tersebut juga menyerukan penolakan pada politik uang yang menciderai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Yogyakarta.

Dalam kesempatan itu, paslon yang diusung oleh partai Golkar, PAN, PPP, Gerindra, PKS, dan Demokrat ini duduk bersama dengan warga di Balai Rukun Warga (RW) Penumping.

Mereka memakan beberapa gorengan di angkringan yang disediakan gratis untuk warga.

Sementara, mereka juga dihibur dengan organ tunggal.

Calon wali kota nomor urut 2, Haryadi Suyuti mengatakan, memilih angkringan dan dialog dengan warga adalah salah satu simbol kerakyatan dan kesederhanaan.

Selain itu, merupakan bentuk dukungan paslon tersebut pada usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Kami memang berupaya untuk tetap memberikan teladan kesederhanaan. Sekaligus, mengkampanyekan jangan ada politik uang dalam Pilkada ini. Pendukung dan kader kami jauh dari money politics,” ujar Haryadi dalam kampanyenya.

Haryadi menjelaskan, adanya politik uang dapat menciderai proses demokrasi.

Hal ini lantaran, uang dapat mempengaruhi pilihan politik seseorang. Sehingga, dalam Pilkada tidak ada pilihan yang benar-benar berasal dari hati nurani.

Senada dengan Haryadi, Heroe Poerwadi juga mengatakan masyarakat saat ini jauh lebih cerdas.

Sehingga, tidak lagi dapat dibeli hak pilihnya hanya dengan uang.

Dia juga menjamin dengan adanya Pilkada yang bersih dari politik uang, maka seorang pemimpin akan bekerja dengan baik.

“Seperti kami akan memberikan sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Dan mengurangi beban masyarakat dengan kerja kami,” ujarnya. (tribunjogja.com)

Penulis: ais
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help