Mangut Lele Yu Mur, Warisan Kuliner Tiga Generasi

Mbah Wignyo mewarisi resep mangut lele yang begitu istimewa dan mampu bertahab hingga tiga generasi.

Mangut Lele Yu Mur, Warisan Kuliner Tiga Generasi
tribunjogja/hamim thohari
Nasi mangut lele dan mangut wader. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hamim Thohari

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Blusukan saat ini tidak hanya dilakukan oleh pejabat negara untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Penggemar kuliner pun saat ini tidak mau kalah blusukan mencari kuliner penggugah selera.

Jika anda termasuk orang yang hobi blusukan berburu kuliner, kawasan kabupaten Bantul menjadi kawasan yang wajib disambangi. Kabupaten ini memiliki banyak tempat makan yang "mbulusuk" dengan masakan istimewa.

Dari sekian banyak warung makan "mblusuk" yang harus masuk dalam daftar kunjungan adalah warung makan Yu Mur.

Berada di 25 kilometer sebelah selatan pusat kota Yogyakarta atau tepatnya di Dusun Metok, Desa Donotirto, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, warung makan memiliki menu andalan mangut lele.

"Saya kurang tahu warung ini telah ada sejak tahun berapa. Yang jelas yang pertama kali merintis adalah simbah saya, kemudian diteruskan ibu, dan sekarang saya," ujar Sudarni pemilik warung.

Nasi mangut lele.
Nasi mangut lele.

Nenek dari Sudarni yang bernama Mbah Wignyo mewarisi resep mangut lele yang begitu istimewa dan mampu bertahab hingga tiga generasi. Terlebih saat ini persaingan bisnis kuliner semakin ketat.

Mencicipi mangut di warung makan Yu Mur, rasa pedas yang berpadu dengan citarasa gurih akan langsung terasa.

Perpaduan santan dan cabai rawit dalam masakan ini yang membuat kedua citarasa tersebut begitu dominan.

Halaman
12
Penulis: mim
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help