TribunJogja/

Haryadi Suyuti - Imam Priyono Kembali Beradu Argumen di Debat Ketiga Pilkada Yogyakarta

Imam Priyono dan Haryadi Suyuti beradu pendapat mengenai topik Yogyakarta sebagai kota inklusi di debat ketiga

Haryadi Suyuti - Imam Priyono Kembali Beradu Argumen di Debat Ketiga Pilkada Yogyakarta
Tribun Jogja/ Agung Ismiyanto
Dua paslon wali kota dan wakil wali kota Yogyakarta menjalani debat ketiga di studio TVRI, Jumat (3/2/2017). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -  Dua calon wali kota Yogyakarta, Imam Priyono dan Haryadi Suyuti beradu pendapat mengenai topik Yogyakarta sebagai kota inklusi di debat ketiga pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Yogya yang diselenggarakan di studio TVRI, Jumat (3/2/2017) sore.

Saat tanya jawab mengenai topik ini, calon wali kota nomor urut 1, Imam Priyono lebih melihat perwujudan kota inklusi erat kaitan dengan perizinan dan pelayanan publik.

Sementara, calon wali kota nomor urut 2, Haryadi Suyuti melihat inklusi erat kaitannya dengan pemenuhan hak disabilitas.

Perdebatan panas yang dipandu oleh Mada Sukmajati, pakar politik dari UGM ini terjadi di segmen tanya jawab ke empat. Dimana, Imam Priyono justru menanyakan mengenai izin perhotelan yang diduga melibatkan broker. Imam melihat perwujudan kota inklusi ini sangat dipengaruhi dengan pelayanan publik.

“Saya akan bertanya bagaimana agar isu-isu mengenai perizinan hotel ini tidak muncul. Apalagi ada broker dalam pengurusan izin?,” tanya Imam dalam debat tersebut.

Akan tetapi, dalam debat tersebut, Haryadi Suyuti justru melihat pertanyaan Imam itu tidak nyambung dengan topik pembahasan mengenai kota inklusi. Haryadi justru melihat Imam mengabaikan makna kota inklusi sebagai kota yang memenuhi hak disabilitas.

“Saya akan tetap menjawab pertanyaan pak Imam, meski tidak sesuai dengan isu mengenai kota inklusi. Saat ini, kami melayani perizian dengan prosedur online da nada kejelasan dalam biaya dan waktu. Ini kami kembangkan sehingga ke depan tidak ada istilah orang dapat menguruskan perizinan,” jelas Haryadi.

Imam Priyono pun menyanggah jika dia tidak menguasai isu mengenai kota inklusi. Di sisi lain, dia justru menanyakan pemenuhan hak disabilitas ini juga dipengaruhi dengan kesenjangan. Seperti, adanya pembangunan hotel yang gencar di Kota Yogya.

Dia juga menampik jika pertanyaannya melenceng dari isu kota inklusi. Menurutnya, pemenuhan hak difabel menjadi salah satu visi misinya dan tertuang dalam seluruh programnya.

Sementara, Haryadi Suyuti pun mempertanyakan komitmen paslon nomor urut 1 untuk melindungi hak-hak disabilitas.

Untuk dirinya, dia mengklaim telah memiliki program pemenuhan hak atas penyandang disabilitas itu dengan cara menganjurkan semua sekolah untuk menjadi inklusi, yakni tetap menerima penyandang disabilitas sebagai peserta didik.

Adapun, debat kembali memanas pada saat segmen tanya jawab kelima, yakni saat wakil wali kota bertanya dan menjawab. Untuk topik yang ditanyakan moderator adalah bagaimana menanggulangi bahaya narkoba, klitih, vandalism dan pernikahan anak usia dini di kalangan anak muda Kota Yogya. (*)

Penulis: ais
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help