TribunJogja/

Mantan Politisi Demokrat Mewek di Pengadilan Tipikor

I Putu Sudiartana menangis karena telah tersangkut kasus suap sehingga mencoreng lembaga DPR RI dan melukai hati pemilih atau konstituennya.

TRIBUNJOGJA.COM - Bekas anggota Komisi III DPR RI, I Putu Sudiartana menangis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (30/1/2017).

I Putu Sudiartana menangis karena telah tersangkut kasus suap sehingga mencoreng lembaga DPR RI dan melukai hati pemilih atau konstituennya.

"Saya minta maaf kepada Ketua DPR beserta jajaran institusi dan konstituen saya," kata I Putu Sudiartana saat menjalani sidang lanjutan.

Dalam persidangan tersebut, bekas politikus Partai Demokrat itu juga mengaku tidak tahu hukum walau ia duduk di Komisi III yang membidangi persoalan hukum.

I Putu Sudiartana mengaku mencoba membantu anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) kegiatan sarana dan prasarana Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp 50 miliar.

Selama ini, I Putu Sudiartana mengaku selalu mencari uang dari usaha di Bali dan pendapatan dari anggota DPR RI.

"Hukumlah saya yang seadilnya untuk bisa kembali ke masyarakat. Saya salah dan saya sudah memahami kesalahan saya," pinta I Putu Sudiartana sembari menyeka air matanya.

Pada kasus tersebut, majelis hakim telah memvonis dua staf I Putu Sudiartana, yakni Suhemi dan Novianti yang masing-masing divonis empat tahun penjara.

Suhemi dan Novianti terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi terkait anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) kegiatan sarana dan prasarana Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp 50 miliar.

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut Suhemi 4,5 tahun dan Novianti 5 tahun. 

Halaman
12
Editor: dik
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help