Gunungkidul Segera Kembangkan Wisata Halal

Pengembangan wisata halal itu selain bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung namun juga meningkatkan nilai dari obyek wisata.

Gunungkidul Segera Kembangkan Wisata Halal
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Suasana mulut Gua Gelatik Lorong Sewu yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata minat khusus di Gunungkidul. (ilustrasi) 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul segera mengembangkan wisata halal atau Islamic Tourism di obyek wisata di Gunungkidul.

Pengembangan wisata halal tersebut selain bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung namun juga meningkatkan nilai dari obyek wisata.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, wisata halal ini belum banyak diterapkan di Indonesia, sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Gunungkidul.

Menurutnya, dalam pengembangan wisata, tidak serta merta mengandalkan daya tarik wisata atau hanya bertujuan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan, namun juga dengan memperhatikan mutu kualitas wisata, seperti penerapan wisata halal.

"Potensi wisata halal ini sangat besar untuk dikembangkan, karena dalam pengembangan suatu obyek wisata tidak hanya melihat dari daya tarik wisata saja, namun juga ada nilai tambah lain," ujar Immawan, Senin (30/1/2017).

Dirinya mendukung penuh dikembangkannya wisata halal di obyek wisata yang ada di Gunungkidul.

Untuk itu pihaknya tengah mengkaji terkait pengembangan wisata halal atau islamic tourism di Gunungkidul, sehingga dapat diterapkan sesegera mungkin.

"Kami masih melakukan pengkajian terkait ini, paling tidak tahun ini wisata di Gunungkidul sudah menerapkan wisata halal," tuturnya.

Peneliti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Lilies Setiartiti, mengatakan, konsep wisata halal ini sebenarnya sama seperti kegiatan wisata lain, namun dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip syariah selama berwisata.

Seperti dengan penyediaan tempat ibadah di lokasi wisata.

Saat waktu salat tiba, wisatawan atau pengunjung yang datang diberikan waktu jeda untuk melakukan ibadah . Selain itu kuliner seperti makanan khas dan oleh-oleh tetap memperhatikan kehalalan bahan baku dan juga cara memasaknya.

"Dengan begitu tidak hanya mengandalkan daya tarik wisata saja, namun juga mengusung aspek religi dari sana," tutur Lilies.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono, mengatakan, adanya wisata halal tersebut dapat menjadi alternatif untuk memberikan kebutuhan wisatawan.

"Selain itu, melalui pengembangan wisata halal ini segmen wisata dapat juga dikembangkan," ujar Harry.

Pengembangan wisata halal tersebut dapat dikembangkan pada 79 wisata alam, lima daya tarik wisata buatan, dan 28 daya tarik wisata budaya yang ada di Gunungkidul. (*)

Penulis: rfk
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved