TribunJogja/

TRIBUNJOGJATV ONLINE

VIDEO: Ki Japrak Mpu Biola dari Bukit Menoreh Kulonprogo

Biola yang dihasilkannya telah menembus pasar internasional seperti Australia, Hawaii, Afghanistan, Israel, Rusia, wilayah Timur Tengah, dan lainnya

TRIBUNJOGJA.COM - Jika menyebut nama Bukit Menoreh biasanya langsung teringat cerita silat berlatar belakang masa berdirinya kerajaan Pajang hingga masa kerajaan Mataram.

Cerita 'Api di Bukit Menoreh' karya S.H. Mintardja ini memang berlatar Pegunungan Menoreh, kawasan yang membentang di wilayah barat Kabupaten Kulon Progo, dan sebelah timur Kabupaten Purworejo.

Namun siapa yang menyangka, bahwa di kawasan tertinggi Kulon Progo tersebut tinggal seorang perajin biola yang karyanya telah menembus pasar di berbagai penjuru dunia.

“Alat musik yang baik itu yang ada ‘ruh’nya,” kata Ki Japrak sapaan akrab perajin alat musik tersebut.

Pria bernama asli Joko Kuncoro ini memilih biola sebagai alat musik utama yang diproduksinya. Dengan bekerja secara mandiri, bertempat di Desa Gerbosari, Samigaluh, Kulonprogo, DI Yogyakarta.

Biola yang dihasilkannya telah menembus pasar internasional seperti Australia, Hawaii, Afghanistan, Israel, Rusia, wilayah Timur Tengah, dan lainnya.

Selain biola, Ki Japrak juga membuat gitar, contrabass, cello, gambus, ukulele, dan alat musik lainnya yang terbuat dari bahan dasar kayu.

Semua alat musik tersebut dibuatnya secara manual tanpa bantuan alat mesin. Bahan kayu yang digunakannya pun didapat dari hutan rakyat di sekitar rumahnya.  (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: rap
Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help