Waspada Antrak, Sapi Sakit Jangan Buru-Buru Dipotong

Sasongko mengajak masyarakat, terutama peternak untuk berperan aktif melaporkan ternaknya yang sakit ke Pusat Kesehatan Hewan.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: oda
net
Virus Antraks. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sapi maupun hewan ternak yang terkena antraks bisa disembuhkan.

Hal tersebut yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko dengan harapan agar masyarakat tak perlu resah dan buru-buru memotong hewan ternaknya yang sedang sakit daripada terlanjur mati.

"Dari pada nanti mati, potong saja. Anggapan semacam itu berarti kurang paham. Maka, kami sosialisasikan bahwa antraks bisa disembuhkan," tegasnya saat ditemui di ruangan kerjanya, Gedung Dinas Pertanian DIY, Rabu (18/1/2017).

Sasongko mengajak masyarakat, terutama peternak untuk berperan aktif melaporkan ternaknya yang sakit ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang ada di masing-masing kecamatan di seluruh DIY.

"Pada hewan dan manusia (yang terkena antraks), bisa sembuh dengan obat. Kalau untuk ternak juga waktu penyembuhannya saya rasa tidak terlalu lama," ucapnya.

Terkait kasus penemuan antraks yang terjadi di Kulonprogo, Sasongko menyampaikan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Kulonprogo telah melakukan vaksinasi pada sapi di sekitar lokasi dan juga penyemprotan desinfektan untuk mematikan spora antraks di sana.

"Kami juga sedang menelusuri apakah benar masyarakat yang diduga antraks terjangkiti akibat mengonsumsi daging tersebut, karena ini jedanya juga lama dari November ke Januari," tuturnya.

Baca: Satu Warga Terjangkit Antraks Meninggal Dunia

Penelusuran tersebut diakuinya tak mudah. Pasalnya, kejadian yang sudah lama berlalu tersebut membuat beberapa orang sudah lupa terkait kondisi terakhir sapi dan kapan persisnya warga mulai terserang antraks. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved