TribunJogja/

Malioberen, Program Edukasi Baru Tentang Sekelumit Sejarah Malioboro Bagi Wisatawan

Ada yang berbelanja oleh-oleh, menikmati kuliner di lesehan, atau hanya sekadar berfoto di kawasan ini.

Malioberen, Program Edukasi Baru Tentang Sekelumit Sejarah Malioboro Bagi Wisatawan
Tribun Jogja/ Gilang Satmaka
Komunitas Malam Museum melakukan program Malioberen di kawasan Malioboro, Sabtu (14/1/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gilang Satmaka

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jalan Malioboro memang menjadi salah satu ikon kota Yogyakarta. Bagaimana tidak, para turis yang berkunjung ke kota Gudeg ini, selalu menyempatkan waktunya untuk mampir dan menikmati suasana Malioboro.

Ada yang berbelanja oleh-oleh, menikmati kuliner di lesehan, atau hanya sekadar berfoto di kawasan ini.

Tapi tahukah anda tentang berbagai cerita, peristiwa, serta latar belakang salah satu jalan tertua di Yogyakarta ini?

Komunitas Malam Museum pada Sabtu (14/1/2017), secara langsung mengedukasi para pengunjung.

Baik itu turis atau masyarakat setempat, untuk mengetahui sejarah yang menarik di kawasan tersebut dengan berwisata.

Program baru tersebut bertajuk Malioberen.

Malioberen merupakan istilah yang dipakai Belanda pada tahun 1940 untuk menyebut aktivitas jalan-jalan di daerah Malioboro.

Dengan adanya program ini diharapkan masyarakat menjadi lebih mengenal sejarah serta peristiwa-peristiwa penting yang pernah terjadi di Jalan malioboro.

Acara tersebut rutin diadakan setiap minggunya tiap hari Sabtu.

Program ini sendiri mulai dibuka pada Sabtu (14/1/201) hari ini dengan biaya pendaftaran seikhlasnya.

Pada pukul 15.30, pengunjung sudah bisa mulai berwisata bersama tour guide dengan cerita-cerita yang menarik, serta tentunya akan menambah pengetahuan. (*)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help