Jovinco Rambah Pasar Ekspor

Permintaan dari luar DIY lebih mendominasi karena harga yang dipatoknya masih terlampau mahal bagi sebagian pasar DIY.

Jovinco Rambah Pasar Ekspor
Ist
Jogja Vintage Corner (Jovinco). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memiliki produk yang spesifik, membuat Jogja Vintage Corner (Jovinco) memiliki segmen eksklusif. Tak jarang, produknya digemari pasar mancanegara.

Jovinco sering mendapat orderan dari Jakarta, Bandung, Medan hingga Palembang.

Menurut satu owner Jovinco, Syam Fadil Muhammad (23), permintaan dari luar DIY lebih mendominasi karena harga yang dipatoknya masih terlampau mahal bagi sebagian pasar DIY.

"Orang-orang Jakarta, Bandung dan lainnya sudah mengerti kualitas produk, sehingga tidak masalah dengan harga yang kami berikan," ujarnya saat ditemui di lokasi Workshop Jovinco yang berlokasi di Krapyak, Wedomartani, Sleman.

Meskipun mengaku baru mengefektifkan promosi produknya melalui sosmed Instagram, Jovinco sempat menembus pasar ekspor.

Beberapa kali Jovinco melayani permintaan furnitur dari Malaysia, Amerika Serikat dan Inggris.

Untuk pasar Malaysia, Jovinco sempat mengirimkan set kursi dan kursi cukur antik.

Sementara pasar Amerika Serikat menyukai produk buffet, kursi serta partisi ruangan yang akan mereka jual lagi. Kemudian ada buyer dari Inggris yang memesan tempat tidur karya Jovinco.

"Kebanyakan pelanggan luar negeri tahunya dari googling atau kaskus, kemudian muncul nomor kami dan menghubungi," imbuhnya.

Dibandingkan pasar lokal, menurut Fadil, pasar ekspor bisa menyulitkan sekalipun menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit.

Selain proses pengiriman yang lebih lama dan lebih rumit, buyer luar negeri terkadang suka merubah desain di tengah jalan. Terlebih, buyer luar negeri lebih disiplin, Jovinco dituntut agar tepat waktu.

Selama ini, Fadil mengaku masih kesulitan untuk memenuhi permintaan dalam jumlah besar lantaran terbatasnya jumlah karyawan.

Mengandalkan 12 karyawan, Jovinco dapat memproduksi empat sampai lima set kursi serta buffet.

"Ke depan, kami ingin melibatkan orang-orang yang lebih banyak lagi, baik untuk produksi maupun manajemen," tutupnya. (*)

Penulis: gya
Editor: oda
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help