TribunJogja/

Alkohol 70 Persen Dioplos dengan Minuman Berenergi, 2 Orang Tewas dan 7 Lainnya Dirawat di RS

Alkohol dan ektra joss dioplos di rumah Majid dengan menggunakan teko. Setelah dioplos dan diminum 2 putaran

Alkohol 70 Persen Dioplos dengan Minuman Berenergi, 2 Orang Tewas dan 7 Lainnya Dirawat di RS
Humas Polres Kebumen
Korban miras oplosan di Kebumen 

TRIBUNJOGJA.COM - Dua orang warga Kecamatan Buluspesantren meninggal dunia dan 7 korban lainnya harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Soedirman Kebumen setelah mengkonsumsi minuman keras oplosan.

Dua korban meninggal dunia yaitu Lutfi Hakim (20), warga Desa Rantewringin, yang meninggal dunia pada Jumat (13/1) pukul 08.00, dan Majid (19) warga Desa Tambakreja yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya pukul 20.00 pada hari yang sama.

Kapolsek Buluspesantren Polres Kebumen AKP Surono menjelaskan, ketujuh korban lainnya yang mendapat perawatan di Rumah Sakit

Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen AKP Willy Budiyanto, SH, MH membenarkan adanya kejadian itu.

Menurut keterangan para saksi dari hasil penyelidikan Polres Kebumen di lapangan, ke sembilan pemuda itu sebelumnya telah berpesta minuman keras oplosan berupa alkohol 70% dan bahan minuman penambah stamina dalam kemasan sachet pada hari Rabu (11/1) malam hari. "

"Selanjutnya alkohol dan ektra joss dioplos di rumah Majid dengan menggunakan teko. Setelah dioplos dan diminum 2 putaran, rombongan mereka pindah ke kantor BLKB di Desa Rantewringin. Di kantor itu miras oplosan dihabiskan oleh 9 orang secara bergilir sampai pagi" papar AKP Willy.

"Pada pukul 06.00 wib almarhum Lutfi Hakim sebenarnya sudah diminta untuk berobat ke rumah sakit, namun tidak mau. Akhirnya almarhum meninggal dunia di rumahnya. Selanjutnya pada pukul 20.00 , Majid menyusul meninggal dunia." tambah nya lagi.

"Sedangkan ketujuh orang lain nya masih terselamatkan karena segera mendapatkan perawatan medis".

Kapolres Kebumen AKBP Alpen, SH, SIK, MH sangat menyayangkan terjadinya peristiwa itu dan menghimbau masyarakat Kebumen untuk berhenti mengkonsumsi minuman keras. Apalagi yang dioplos sendiri karena sangat berbahaya. "Tidak ada manfaatnya !" tegas AKBP Alpen. (*/Humas Res Kebumen)

Editor: ton
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help