Gelar Operasi, Direktorat Jenderal Imigrasi Jaring 76 Terapis Pijat dari China di Malam Tahun Baru

Dalam operasi yang dilakukan di Jakarta telah diamankan 76 perempuan berkewarganegaraan Republik Rakyat China dengan rentang usia 18 hingga 30 tahun.

Gelar Operasi,  Direktorat Jenderal Imigrasi Jaring 76 Terapis Pijat dari China di Malam Tahun Baru
kompas.com
76 warga negara RRC terjaring dalam Operasi Pengawasan Orang Asing oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dalam rangka penertiban dan pengamanan malam tahun baru. 76 perempuan tersebut kemudian hadir dalam konferensi pers di Kantor Ditjen Imigrasi, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (1/1/2017). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Puluhan warga negara asing terjaring dalam Operasi Pengawasan Orang Asing oleh Direktorat Jenderal Imigrasi dalam rangka penertiban dan pengamanan malam tahun baru.

Target dari kegiatan yang dilaksanakan pada 31 Desember itu adalah tempat-tempat hiburan yang diduga memfasilitasi kegiatan orang asing yang dilakukan secara ilegal.

Direktur Pengawasan dan Penindakan Orang Asing Direktorat Jenderal Imigrasi, Yurod Saleh menuturkan, dalam operasi yang dilakukan di Jakarta telah diamankan 76 perempuan berkewarganegaraan Republik Rakyat China dengan rentang usia 18 hingga 30 tahun.

"Melakukan kegiatan sebagai terapis pijat, pemandu lagu serta Pekerja Seks Komersial (PSK)," ujar Yurod dalam konferensi pers di lobi Kantor Ditjen Keimigrasian, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (1/1/2017).

Tarif yang dipatok untuk 76 perempuan tersebut berkisar Rp 2,8 juta hingga Rp 5 juta. Mereka terjaring dari tiga tempat hiburan di Jakarta.

Turut diamankan barang bukti berupa 92 paspor kewarganegaraan RRC, kwitansi atau bukti pembayaran, uang sekitar Rp 15 juta, telepon genggam, tas, pakaian dalam, dan alat kontrasepsi.  

Selain Ditjen Imigrasi, beberapa kantor imigrasi juga menggelar operasi serupa yang menjaring 49 WNA dari berbagai negara, seperti Italy, India, Prancis, Guinea, Australia, Hongkong, dan lainnya.

"Sehingga, orang asing yang telah terjaring dalam operasi pengawasan orang asing berjumlah 125," tutur Yurod.

Mereka diduga melanggar Undang-Undang Nomor 6 Tahum 2011 tentang Keimigrasian. Yurod menjelaskan, pasal yang dilanggar bervariasi.

Mulai dari overstay, tidak dapat menunjukan paspor ketika diminta petugas (Pasal 116), hingga penyalahgunaan izin tinggal keimigrasian (Pasal 122).

Saat ini, 76 WN asing tersebut masih dalam tahap pemeriksaan oleh Penyidik Imigrasi. Mereka akan dibawa ke rumah detensi untuk dilakukan pendalaman.

"Mereka dapat dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa membayar biaya beban atau benda, deportasi dan penangkalan maupun sanksi pidana dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun sebagaimana diatur dalam UU 6/2011 tentang keimigrasian," tuturnya. (kompas.com)

Editor: oda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved