TribunJogja/

TRIBUNJOGJATV ONLINE

VIDEO: Memburu Air di Tanah Kapur Gunungkidul

Sumber air jauh dari tempat tinggalnya, sementara itu layanan PDAM tidak bisa menjangkau rumahnya dan warga lain yang posisinya di atas bukit.

Udi Margono, 65 tahun, tidak pernah menyangka air yang berasal dari sungai bawah tanah yang letaknya jauh dari rumahnya kini bisa dia konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

Kekhawatiran akan kesulitan air untuk minum, mencuci dan sebagainya kini sudah tidak ada lagi di dalam pikirannya.

Udi merupakan satu dari puluhan kepala keluarga (KK) Dusun Banyumeneng II, Giriharjo, Panggang, Gunungkidul yang bertahun-tahun sulit mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber air jauh dari tempat tinggalnya, sementara itu layanan PDAM tidak bisa menjangkau rumahnya dan warga lain yang posisinya di atas bukit.

"Air adalah kebutuhan pokok dan pada awalnya kami di dusun Banyumeneng benar-benar kesulitan air," ujar Udi kepada Tribun Jogja, ditemui Desember 2016.

BACA: Liputan Khusus Memburu Air

Dusun Banyumeneng II terletak di kawasan karst Gunungsewu bagian barat, daerah ini memiliki akses yang sangat minim dalam hal pasokan air.

Sementara dengan batuan dasar berupa karst atau kapur, tidak memungkinkan bagi masyarakat untuk membuat sumber air pribadi atau berupa sumur air tanah.

Bagaimana cara warga Banyumeneng mendapatkan pasokan air? Simak liputan tribun jogja tv:

Penulis: dnh
Editor: iwe
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help