TribunJogja/

ADVERTORIAL

DGD Hadirkan Nilai Lokal Dalam Bahasa Visual Kekinian.

Menggunakan multiple perspective DGD mencoba menerjemahkan dan menginterpretasi ulang ikon, simbol, dan nilai lokal dalam bahasa visual kekinian.

DGD Hadirkan Nilai Lokal Dalam Bahasa Visual Kekinian.
Ist
Kaus produk DGD 

TRIBUNJOGJA.COM - Glocalization atau  lebih sering disebut dengan Glocal  biasa diartikan sebagai  “Think Global, Act Local”.

Dalam melakukan aksi lokal, banyak hal yang bisa menjadi motor penggeraknya.

Kreativitas, sensitivitas terhadap teknologi, multitude perspektive adalah modal-modal yang diperlukan untuk memacu glocal.

Saat kita membicarakan lokalitas, kerapkali yang terbersit adalah muatan kedaerahan. Tidaklah salah untuk mengaitkan hal ini.

Lokalitas (locality) sebagai konsep umum berkaitan dengan tempat atau wilayah tertentu yang terbatas atau dibatasi oleh wilayah lain.

Dalam konteks budaya, lokalitas bergerak dinamis dan lentur, meski kerap lokalitas budaya diandaikan tidak dapat dilepaskan dari komunitas kultural yang mendiaminya, termasuk di dalamnya persoalan etnisitas.

Indonesia sangatlah kaya baik alam, budaya, dan peninggalan. Hidup di Indonesia berarti memiliki segala sumber yang bisa menjadi inspirasi.

DGD 2
Kaus produk DGD

Saat PT. Aseli Dagadu Djokdja berbicara mengenai lokalitas, maka yang kemudian tercipta adalah DGD, suatu brand premium yang dengan bangga menceritakan tentang lokalitas Indonesia.

Mengusung tagline Nature, Culture, Nurture, DGD ingin menceritakan lokalitas Indonesia sebagai suatu harta (treasure) yang selalu membuat penasaran untuk digali dan dikaji.

Tema Alam, Budaya, pun bagaimana menyemaikannya kepada generasi muda urban menjadi fokus DGD.

Halaman
12
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help