Home »

Jawa

Pemetaan Wilayah Kritis Aliran Sungai di Klaten Harus Libatkan Masyarakat

Hal ini lantaran masyarakat akan merasa diingatkan dengan ancaman bencana yang ada di sekitarnya.

Pemetaan Wilayah Kritis Aliran Sungai di Klaten Harus Libatkan Masyarakat
Tribun Jogja/ Angga Purnama
Guru SDN 3 Gaden, Kecamatan Trucuk membersihkan ruang kelas yang kebanjiran, Kamis (10/11/2016). Meluapnya Sungai Dengkeng mengakibatkan kegiatan belajar mengajar sedikitnya lima sekolah di Klaten terpaksa dihentikan 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Angga Purnama

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebagai daerah yang memiliki potensi bencana banjir akibat luapan sungai, Kabupaten Klaten perlu segera memetakan wilayah kritis di daerah sepanjang aliran sungai. Namun dalam pelaksanaannya, harus melibatkan masyarakat.

Ahli Hidrologi dan Pakar Sumber Daya Air UGM, Agus Maryono mengatakan alasan perlunya keterlibatan masyarakat lantaran mereka merupakan pihak yang paling mengenal wilayahnya.

Pasalnya penilaian wilayah kritis di setiap daerah bisa jadi berbeda-beda.

“Selain itu dengan dilibatkannya warga, pemerintah dapat memberikan edukasi bagi masyarakat. Sehingga bisa saling memberikan masukkan mana saja yang dianggap rawan dan perlu diwaspadai,” katanya, Rabu (30/11/2016).

Di sisi lain, dengan dilibatkannya masyarakat dalam pemetaan wilayah kritis di aliran sungai, kewaspadaan masyarakat terhadap bencana banjir akan meningkat.

Hal ini lantaran masyarakat akan merasa diingatkan dengan ancaman bencana yang ada di sekitarnya.

“Mungkin saja masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai merasa aman-aman saja karena sudah terbiasa. Namun setelah dilakukan pemetaan, ternyata banyak titik kritis yang berpotensi membahayakan warga,” paparnya.

Untuk itu diperlukan gerakan yang berkesinambungan agar potensi-potensi tersebut dapat diantisipasi sehingga memperkecil dampak bencana.

“Yang terpenting adalah mengenalkan dulu apa saja yang perlu dilakukan masyarakat. Sehingga tidak hanya berhenti pada pemetaan, namun juga meminimalisasi bencana,” katanya menerangkan. (*)

Ikuti kami di
Penulis: ang
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help